Bojonegoro (beritajatim.com) – Proses menyembelih hewan kurban biasanya masih terus berlansung hingga H+7 Idul Adha. Namun, tidak semua daging hewan kurban seperti sapi maupun kambing bisa langsung dimasak.
Seperti bagian kepala dan kikil atau kaki sapi. Sebelum dimasak, biasanya bagian tersebut harus dibersihkan dulu dengan cara dibakar. Nah, jasa pembakaran kepala dan kikil sapi ini yang sehingga banyak dikunjungi warga saat Idul Adha.
Di wilayah Kota Bojonegoro, jasa pembakaran kepala dan kikil sapi maupun kambing ini yang paling ramai di dalam kawasan Pasar Kota Bojonegoro. Hari pertama Idul Adha, penyedia jasa ini sudah kelarisan.
Distan, salah satu pelaku jasa pembakaran kepala sapi dan kambing yang usai disembelih buat kurban, mengaku cukup kewalahan. Dia bahkan dibantu oleh sejumlah warga sekitar pasar dalam proses pembersihan bulu hewan kurban tersebut.
Dalam mengolah kepala dan kaki hewan kurban itu, membutuhkan waktu dan pengolahan yang cukup rumit, sehingga warga juga harus mengantre.
“Alhamdulillah di hari pertama (Idul Adha) ini, ramai sekali,” ungkap Distan, ditemui disela-sela memotongi kaki yang usai dibakar.
Berbekal blower, pisau dan kain, para penyedia jasa ini membersihkan bulu hewan kurban yang menempel di kaki dan kepala dengan cara dibakar. Proses pembersihan membutuhkan waktu antara 30 menit sampai satu jam.
Selama momen Idul Adha, dalam sehari penyedia jasa bakar kepala hewan ini mampu melayani puluhan kaki dan kepala hewan, baik sapi maupun kambing. Sementara biaya untuk pembakaran kepala sapi dipatok harga Rp70 ribu, sedangkan kambing Rp25 ribu.
“Kalau kaki kambing Rp10 ribu, kaki sapi Rp15 ribu,” ungkapnya, Senin (17/6/2024).
Distan menjelaskan, kondisi ramai ini biasanya terjadi hingga hari ketiga Hari Raya Idul Adha. Setelah itu, kembali normal seperti biasa. “Ramainya biasanya sampai hari ketiga kurban, setelah itu ya tidak ada lagi. Ini istilahnya kan, kerja musiman,” pungkasnya. [lus/aje]






