Surabaya (beritajatim.com) – Kebutuhan ekonomi dinilai menjadi faktor utama saat masyarakat mulai menjual perhiasan emas-nya pasca lebaran. Hal itu disampaikan pakar Ekonomi Unversitas Nadhatul Ulama Surabaya, Niken Safitri.
Memang hal ini kerap kali menjadi kebiasan oleh masyarakat di Indonesia, dimana masyarakat membeli emas dalam bentuk perhiasan atau koin emas sebelum Lebaran. Mereka membeli emas dengan harapan dapat mengamankan kekayaan mereka dan mempersiapkan diri untuk membeli hadiah atau memberikan sedekah pada hari raya.
Namun pasca Lebaran, masyarakat Indonesia cenderung menjualnya. Kebiasaan ini dimotivasi oleh kebutuhan uang tunai untuk membayar hutang, membeli barang kebutuhan sehari-hari, atau untuk membeli emas lagi pada saat yang lebih baik.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/ekbis/pasca-lebaran-masyarakat-berbondong-jual-perhiasan-emas/
“Biasanya, masyarakat Indonesia Tradisi beli emas Lebaran memiliki nilai sosial, budaya, dan religius yang kuat di Indonesia. Hal ini juga dapat mempengaruhi perekonomian di wilayah tersebut, terutama dalam hal permintaan emas, harga emas, dan pertumbuhan ekonomi lokal,”ungkap Dosen S1 Akuntansi FEB TD Unusa, Kamis (27/4/2023).
Lebih lanjut dikatakan Niken, kebiasaan ini dapat mempengaruhi perekonomian di wilayah tersebut dalam beberapa cara. Pertama, ini dapat meningkatkan permintaan emas pada saat tertentu, yang dapat mempengaruhi harga emas di pasar lokal.
Kedua, kebiasaan ini dapat memberikan keuntungan bagi pedagang emas dan dapat membantu meningkatkan perekonomian lokal. Namun, fluktuasi harga emas yang tajam dapat mempengaruhi keuntungan pedagang emas dalam jangka panjang.
“Secara detail tradisi ini akan menimbulkan efek perekonomian local dalam beberapa cara, meningkatkan permintaan emas, Meningkatkan keuntungan pedagang emas,Mempengaruhi pengeluaran konsumen hingga Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,”imbuh Niken.
Selain itu, kebiasaan ini juga dapat mempengaruhi pengeluaran konsumen pada bulan-bulan sebelum dan setelah Lebaran. Pengeluaran yang tinggi pada bulan-bulan ini dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Namun, jika pengeluaran konsumen melebihi batas kemampuan keuangan mereka, ini dapat menyebabkan masalah keuangan dan utang pribadi.
Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fluktuasi harga emas yang tajam dan pengeluaran konsumen yang berlebihan dapat mempengaruhi risiko ekonomi. “Tentu ini akan mempengaruhi jangka Panjang karena beberapa alasan seperti risiko inflasi,risiko ketidakseimbangan perdagangan, risiko keuangan hingga risiko investasi,” tutupnya. (way/kun)






