Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar wisuda yang ke-133. Total ada sejumlah 1003 wisudawan dari jenjang diploma, sarjana, pascasarjana, dan doktoral. Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd., dalam penyampaian pidato pengukuhan menjelaskan kepada para wisudawan bahwa pasca Covid-19 akan menghadapi berbagai tantangan kompleks.
“Akan tetapi yakinlah seiring dengan besarnya tantangan sudah hadir peluang yang membentang luas yang kelak dapat anda manfaatkan. Inna ma’al usri yusro, sungguh kemudahan-kemudahan itu pasti datang menyertai bersamaan dengan kesulitan, firman Allah dalam Al Quran surat al-insyirah ayat 4,” paparnya pada Rabu (28/07/2022).
Prof Rofi’uddin menjelaskan, di tengah kondisi revolusi industri 4.0 dan revolusi sosial 5.0 di abad ke-21 lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki keterampilan literasi dan kompetensi. “Literasi kita tidak cukup hanya bergantung pada literasi tulis hitung. Tapi sekarang sudah harus menguasai ada empat hal, Kalau bahasa Inggrisnya 4C, kala Indonesianya 4K,” jelas Rektor UM.
Pertama, kata dia, lulusan perguruan tinggi mesti kritis. “Kritis kalau sudah diterapkan, kedua harus kreatif, yang ketiga saudara harus kolaboratif, dan yang empat saudara harus menjadi seorang komunikator yang ulung. Jadi 4C itu, critical thinking, creativity, collaboration, communication,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”um”]
Keempat hal tersebut, menurut Rektor UM, harus dikuasai dan terus diasah. “Empat hal ini mutlak saudara butuhkan dalam mencapai kehidupan saudara apapun profesi apapun bidang apapun,” paparnya.
Selain itu, Rektor UM juga berpesan agar para lulusan bisa menguasai terhadap literasi dan kompetensi. Literasi dan kompetensi itu penting untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki dalam memecahkan suatu permasalahan yang semakin kompleks di era saat ini.
“Itulah sebabnya lulusan memang harus terus meningkatkan kualitas kompetensi dan kapabilitasnya dalam aspek kepemimpinan dan kerjasama tim kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global serta kemampuan untuk berwirausaha,” kata Prof Rofi’uddin. [dan/but]






