Gresik (beritajatim.com)- Peran perempuan di sektor pertanian cukup dominan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023. Jumlah petani di Indonesia mencapai 4,2 juta orang, atau 14,4% dari total petani. Untuk meningkatkan supaya petani perempuan lebih berdaya, anak usaha Pupuk Indonesia. Yakni, Petrokimia Gresik melakukan perluasan program ‘Kartini Tani’ sebagai komitmen menciptakan pertanian berkelanjutan.
Melalui memberikan bantuan pupuk NPK Phonska Plus, dan Petro Ponic atau nutrisi untuk budidaya hidroponik di lahan buah naga di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Munculnya Kartini Tani diinisiasi Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia (PIKA-PI) di sektor pertanian. Dari ide itu, muncul bagaimana memberdayakan perempuan yang menggantungkan hidup di lahan pertanian.
“Tidak dipungkiri peran perempuan di sektor ini sangat krusial. Kartini Tani hadir untuk mengembangkan kemampuan mengakses teknologi modern, dan memberdayakan ekonomi mereka,” ujar Dwi Satryo Annurogo selaku Dirut Petrokimia Gresik, Rabu (7/8/2024).
Masih menurut Dwi Satryo, ada 5 titik wilayah yang menjadi sasaran. Salah satunya di Banyuwangi yang mendapat binaan program agrosolution, atau ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm, dengan menggandeng sejumlah stakeholder pertanian.
“Dari strategi itu, petani perempuan tak perlu bingung lagi saat melakukan penanaman hingga panen. Pasalnya, sudah dicover oleh perbankan, lembaga penjamin atau asuransi, offtaker dan stakeholder lainnya,” ungkapnya.
Dipilihnya Banyuwangi, karena daerah ini merupakan sentra buah naga di Jawa Timur. Melalui peran Kartini Tani, potensi ini diharapkan semakin optimal untuk keberlanjutan pertanian buah naga di wilayah ujung Timur Pulau Jawa. [dny/ian]






