Surabaya (beritajatim.com)– Ketombe adalah masalah kulit kepala yang umum terjadi dan ditandai dengan serpihan kulit mati serta rasa gatal. Meski tampak serupa, ketombe sebenarnya terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu ketombe kering dan ketombe basah. Mengetahui perbedaannya penting agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan kondisi kulit kepala.
1. Perbedaan Ketombe Kering dan Ketombe Basah
Ketombe kering biasanya muncul karena kulit kepala kekurangan kelembapan. Kondisi ini dapat dipicu oleh udara kering, dehidrasi, atau penggunaan produk rambut yang memiliki kandungan bahan keras.
Serpihan ketombe cenderung kecil, berwarna putih atau abu-abu, serta mudah rontok ke bahu. Selain itu, kulit kepala terasa kencang, kering, dan mudah gatal.
Sebaliknya, ketombe basah berkaitan dengan produksi minyak berlebih pada kulit kepala. Kondisi ini membuat serpihan ketombe berukuran lebih besar, berwarna kekuningan, dan terasa lengket karena bercampur minyak.
Ketombe jenis ini biasanya menempel di rambut atau kulit kepala dan sering disertai sensasi berminyak serta kemerahan.
2. Cara Mengatasi Ketombe Sesuai Jenisnya
Penanganan ketombe perlu disesuaikan dengan jenisnya agar efektif dan tidak memperburuk kondisi kulit kepala.
Penanganan Ketombe Kering (pityriasis sicca)
– Gunakan sampo lembut yang bersifat melembapkan dan minim bahan kimia
keras.
– Hindari keramas terlalu sering agar minyak alami kulit kepala tetap terjaga
– Gunakan air hangat, bukan air panas.
– Gunakan perawatan tambahan seperti serum kulit kepala dengan hyaluronic
acid atau minyak alami seperti kelapa dan jojoba untuk menjaga hidrasi.
– Lindungi kulit kepala dari udara sangat dingin atau kering agar kelembapan tidak cepat hilang.
Penanganan Ketombe Basah (berminyak, terkait jamur Malassezia)
– Gunakan sampo antiketombe dengan bahan aktif seperti ketoconazole, zinc
pyrithione, selenium sulfide, atau salicylic acid.
– Keramas secara teratur untuk mencegah penumpukan minyak dan sel kulit
mati.
– Kelola stres karena dapat memicu produksi minyak berlebih pada kulit kepala.
– Perawatan pendamping dapat menggunakan bahan alami yang membantu
menenangkan dan menyeimbangkan kondisi kulit kepala.
Jika ketombe tidak membaik setelah beberapa minggu penggunaan sampo antiketombe yang dijual bebas, atau muncul tanda peradangan seperti kemerahan parah, luka, atau nyeri, pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit sangat dianjurkan.
Konsultasi medis diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan
kemungkinan kondisi lain seperti dermatitis seboroik atau psoriasis yang
memerlukan penanganan khusus. [Meychel Salsabyla]






