Gresik (beritajatim.com) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik, punya cara tersendiri menarik investor sebanyak-banyaknya untuk menanamkan modalnya. Dengan cara menciptakan iklim usaha yang kondusif dan ramah. DPMPTSP yakin investasi di Gresik akan terus berkelanjutan.
Kepala DPMPTSP Reza Pahlevi menuturkan, selain mengedepankan iklim usaha yang kondusif, pihaknya juga melakukan kerja sama erat antara pelaku usaha (investor) dengan pemerintah daerah.
“Dengan kolaborasi itu, pelaku usaha besar maupun menengah, dan kecil diharapkan bisa mendorong UMKM naik kelas,” tuturnya, Kamis (26/9/2024).
Ia menambahkan, tahun lalu realisasi investasi di Kabupaten Gresik mencapai Rp 49,46 triliun. Angka ini melampaui target dari Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 29,76 triliun.
“Saat ini di semester pertama 2024 nilai investasi di Kabupaten Gresik sebesar Rp 20,69 triliun dan terus menunjukkan tren positif,” imbuhnya.
Plt Bupati Gresik, Aminatun Habibah mengatakan, selama ini pelaku usaha telah berkontribusi besar membawa perkembangan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gresik.
“Kontribusi ini menjadi pilar utama dalam mendorong pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Bupati perempuan pertama di Gresik itu menyatakan peran pelaku usaha mikro kecil (UMK) di Gresik juga menjadi perhatian. Pasalnya, melalui kemitraan antara sektor usaha besar dan UMKM merupakan kunci penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Dari laporan yang masuk, jumlah penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk skala UMK sangat tinggi, mencapai 63.036 NIB, dengan 99,45% di antaranya diterbitkan untuk UMKM,” paparnya.
Dirinya juga mengapresiasi peran aktif perusahaan-perusahaan yang telah menjalankan kemitraan dengan UMKM, sehingga usaha kecil di Gresik dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat.
“Tidak hanya itu, melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), perusahaan-perusahaan ini telah berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. [dny/ian]






