Surabaya (beritajatim.com) – Nama Ikmal Putra menuai perhatian setelah muncul dalam persidangan kasus suap dana hibah dengan terdakwa mantan Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua P Simandjuntak. Dia satu dari empat orang yang diminta memberikan keterangan sebagai saksi di sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya pada Selasa (30/5/2023).
Di sidang itu, Akmal dihadirkan dalam kapasitasnya sebagai mantan Kabid Randalev Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim mulai menjadi perhatian. Saat ini Ikmal menjabat Kabid Pendapatan Lain-lain di Bapenda Jatim per 15 Mei 2023.
Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) saat itu mencecar pertanyaan kepada Ikmal saat memberi keterangan sebagai saksi untuk Sahat Tua Simandjuntak, terdakwa perkara korupsi dana hibah di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jalan Raya Juanda Sidoarjo, Selasa (30/5/2023) lalu.
Dari empat saksi yang dihadirkan saat itu, Magister Ilmu Ekonomi Uiversitas Brawijaya Malang itu paling banyak dicecar. Tiga orang saksi lainnya adalah Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mantan Pj Gubernur Riau Hari Nur Cahya Murni, Sub Koordinator Perencanaan dan Pendanaan Bappeda Jatim Rusmin, dan Kabiro Kesra Setdaprov Jatim Imam Hidayat.
Dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses beritajatim.com di laman elhkpn.kpk.go.id, Rabu (7/6/2023) malam, total harta kekayaan Ikmal mencapai Rp57,8 miliar (57.833.680.948). Tanggal penyampaian 16 Maret 2022 jenis laporan periodik 2021. Siapa Ikmal Putra sebenarnya?
“Saya tahu dan kenal yang bersangkutan sejak sekitar tahun 2000-an. Kalau terkait hartanya, saya nggak tahu pastinya. Tapi awal jadi ASN staf di Bappeda, dia sudah bawa mobil, di saat teman-teman seangkatan masih bawa motor. Dan, setahu saya keluarga, bapaknya yang tinggal di Lampung memang punya banyak asset. Baik di Lampung maupun di Palembang. Dia aslinya memang orang sana,” kata sumber beritajatim.com di lingkungan Pemprov Jatim, Rabu (7/6/2023) malam.
Baca Juga:
Disebut di Sidang Sahat, Ini Jawaban Kadis Kominfo Jatim
Sumber itu pun menjelaskan, seingat dia pada 2000-an Ikmal sudah membawa mobil jenis Chevrolet Trooper. Sementara mobil tersebut berstatus bekas.
“Mobilnya bekas, tapi masih bagus. Dia memang punya hobby mengoleksi mobil-mobil offroad atau jenis Jeep. Artinya, saat itu Ikmal adalah CPNS dari kalangan anak orang berada. Bisa jadi hartanya memang dari warisan orangtuanya yang di lampung berupa asset dan lainnya. Cuman kalau jumlahnya segitu (hampir Rp58 miliar), saya kurang paham,” tuturnya.
Kiagus Firdaus, sepupu Ikmal Putra yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, ayah Ikmal Putra adalah seorang pengusaha hasil bumi terkenal di Pulau Sumatera.
“Ayahnya dikenal sebagai Raja Kopi Sumatera. Memang orang kaya lama. Rumah keluarganya di Lampung sangat megah seperti istana. Pada tahun 1984, saat masih kecil saya sering main ke rumah Kak Ikmal. Itu sudah megah rumahnya. Saat kelas 6 SD itu, Kak Ikmal sudah bawa mobil Taft dari Palembang ke Bengkulu. Kak Ikmal juga merupakan Ketua Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Pengda Jatim,” jelasnya.
TP Sriwijaya adalah organisasi yang berusaha mewadahi para perantau asal lima provinsi Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), seperti Sumatera Selatan (Palembang), Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, dan Lampung.
Merujuk pada data LHKPN, total harta kekayaan Ikmal mencapai Rp57,8 miliar per 16 Maret 2022 jenis laporan periodik 2021. Harta kekayaan tersebut sebagian besar berupa tanah dan bangunan total bernilai Rp57.116.500.000.
Baca Juga:
Jaksa KPK Ungkap Dana Pokmas ke Sekretaris Kadis PUSDA Jatim
Rinciannya tanah dan bangunan seluas 499 meter persegi/140 meter persegi di Palembang hasil warisan senilai Rp3.150.000.000. Lalu tanah seluas 151 meter persegi di Bandar Lampung hasil warisan Rp735.000.000, tanah dan bangunan 1.075 meter persegi/1.075 meter persegi di Bandar Lampung hasil warisan Rp31.500.000.000, serta tanah dan bangunan 186 meter persegi/54 meter persegi di Surabaya hasil sendiri Rp3.150.000.000.
Berikutnya tanah dan bangunan 216 meter persegi/176 meter persegi di Surabaya hasil sendiri Rp6.300.000.000, tanah 400 meter persegi di Surabaya hasil sendiri Rp4.200.000.000, serta tanah 138 meter persegi di Surabaya hasil sendiri Rp1.449.000.000.
Kemudian tanah dan bangunan 22 meter persegi/18.25 meter persegi di Surabaya hasil sendiri Rp787.500.000, tanah dan bangunan 54 meter persegi/43,5 meter persegi di Surabaya hasil sendiri Rp2.100.000.000, serta tanah dan bangunan 342 meter persegi/342 meter persegi di di Surabaya hasil sendiri Rp3.745.000.000.
Selain tanah dan bangunan, Ikmal juga memiliki alat trasportasi dan mesin bernilai Rp800.000.000 berupa mobil Jeep Wrangler 2.8L AT tahun 2012 hasil sendiri. Dia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp760.000.000, kas dan setara kas Rp95.180.948, serta utang Rp938.000.000
Harta Ikmal tersebut naik Rp2.767.430.985 dari laporan periodik 2020 sebesar Rp55.066.249.963 atau naik Rp 6.472.345.372 dari awal menjabat sebesar Rp51.361.338.576. [tok/beq]






