Surabaya (beritajatim.com) – Penulis adalah pekerjaan yang membutuhkan aktivitas membaca dengan serius. Penulis yang karyanya berkualitas pasti mempunyai referensi bacaan yang banyak, atau setidaknya mengoleksi jurnal online untuk dibaca di waktu senggang.
Untuk penulis fiksi, semakin luas dan banyak bacaan, maka semakin baik kualitas tulisan yang dihasilkan. Sederhananya, jika ingin menjadi penulis fiksi yang hebat maka harus siap belajar melalui tulisan orang lain.
Agar aktivitas membaca dapat mendukung kemampuan menulis secara maksimal, lakukan gaya membaca seperti 6 metode berikut ini:
1. Pilih bacaan yang sesuai dengan tujuan menulis
Jika kamu ingin menulis tentang cerita fiksi, maka pilihlah bacaan seperti novel dan tulisan naratif yang benar-benar disukai. Pilih salah satu yang akan menjadi model gaya tulisanmu, kemudian ulang-ulang bacaan hingga terbiasa. Hal ini membantu kamu untuk bisa fokus pada tujuan menulis.
2. Anotasi
Saat sedang membaca, cobalah menggarisbawahi poin-poin penting dalam tulisan. Agar bisa membaca seperti seorang penulis, kita harus membaca cerita seperti seorang arsitek melihat sebuah bangunan. Cermati bagian tertentu kemudian pisahkan sesuai poin-poin tulisan. Hal ini dapat melatihmu dalam mengambil keputusan mengenai tema apa yang bisa dikembangkan menjadi sebuah tulisan baru.
3. Ketika membaca sebuah buku, pikirkan juga bagaimana bentuk struktur tulisan
Memahami struktur tulisan sangat penting bagi penulis agar bisa menyusun tulisan dengan baik dan mudah dimengerti. Ketika sedang membaca buku yang bagus, perhatikan juga bagaimana penulis membuat struktur tulisan. Kamu bisa Memilih struktur plot yang paling masuk kemudian terapkan pada tulisanmu.
Selain itu cobalah mempelajari struktur tulisan secara teori, seperti pendekatan Piramida Freytag yang sudah terbukti banyak dipakai penulis secara umum.
4. Ketika membaca cobalah memecah tulisan menjadi bagian-bagian pokok cerita
Cermati setiap bagian tulisan yang kamu kelompokkan untuk mengetahui apa inti ceritanya, dan bagaimana bagian itu mendukung keseluruhan cerita. Misalnya, apa yang diinginkan protagonis dalam adegan itu? Apa yang menjadi rintangan, bagaimana adegan itu akhirnya menciptakan konflik.
Dengan mengetahui hubungan pada setiap bagian cerita, akan mempermudah kamu untuk membuat tulisan dengan alur cerita yang baik.
5. Perhatikan bagaimana penulis membuat plot menuju klimaks cerita
Pada titik mana narasi klimaks itu terjadi? Apakah karakter utama berhasil atau gagal dalam mencapai tujuannya? Bagaimana penulis memanipulasi waktu untuk membedakan signifikansi momen ini dari yang lainnya?
Salah satu kesulitan membuat tulisan fiksi adalah membuat plot yang ‘masuk akal’ ketika menuju klimaks cerita. Cara yang paling tepat untuk belajar membuat klimaks adalah memperhatikan bagaimana penulis lain membuat plot cerita. Untuk bagian ini pastikan juga kamu mengambil inspirasi dari novel yang berkualitas.
6. Identifikasi bagaimana tokoh dalam cerita memiliki perkembangan karakter
Sebenarnya, sebuah cerita adalah tentang perubahan. Perubahan karakter tokoh cerita menjadi pribadi yang lebih baik biasanya ditunggu-tunggu oleh pembaca.
Proses menjadi pribadi yang berbeda ini harus kamu identifikasi. Apakah dengan mendapatkan karma, cobaan hidup, atau hukuman? Hal itu harus menjadi salah satu fokus penulis.
Membaca cerita fiksi kemudian mengambil semua ilmu dari penulis adalah proses yang memakan waktu. Tetapi cara ini terbukti tidak pernah gagal untuk membuat penulis yang ingin menghasilkan cerita bagus. (Kai/ian)






