Mojokerto (beritajatim.com) – Perkembangan harga di Jawa Timur pada Februari 2026 menunjukkan tren kenaikan. Sebanyak sebelas kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat mengalami inflasi, dengan angka yang bervariasi di masing-masing daerah.
Inflasi tertinggi terjadi di Jember sebesar 1,14 persen, disusul Kota Probolinggo sebesar 1,12 persen dan Sumenep sebesar 1,08 persen. Berikutnya, Kabupaten Tulungagung mencatat inflasi 1,03 persen dan Kota Surabaya sebesar 0,99 persen. Banyuwangi mengalami inflasi 0,94 persen, Kabupaten Bojonegoro 0,91 persen.
Kota Kediri sebesar 0,87 persen, Kabupaten Gresik mencatat inflasi 0,76 persen, sedangkan Kota Madiun dan Kota Malang masing-masing sebesar 0,74 persen. Secara agregat, Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,95 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang pada periode sama tercatat sebesar 0,68 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi mengatakan bahwa kenaikan inflasi di Jawa Timur perlu menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.
“Secara umum inflasi di Jawa Timur masih dalam batas terkendali, namun tetap harus diantisipasi, terutama dari sisi komoditas pangan yang cenderung fluktuatif. Kenaikan harga di sejumlah daerah tidak lepas dari meningkatnya permintaan masyarakat,” ungkapnya, Kamis (5/3/2026).
Selain itu, lanjutnya, juga distribusi barang yang dipengaruhi faktor cuaca dan kondisi pasokan. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga.
“Koordinasi lintas sektor harus diperkuat, termasuk pemantauan stok dan kelancaran distribusi. Dengan langkah yang tepat, kami optimistis tekanan inflasi dapat dikendalikan. Pemerintah Kabupaten Mojokerto, juga terus melakukan pemantauan perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional maupun modern,” jelasnya.
Hal tersebut sebagai langkah preventif menjaga daya beli masyarakat. Dengan inflasi Jawa Timur yang berada di atas rata-rata nasional, upaya pengendalian harga dan stabilitas pasokan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga serta kesejahteraan masyarakat tidak terganggu. [tin/aje]






