Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Indonesia tengah berjuang melawan kampanye negatif terhadap sawit. Saat ini Indonesia adalah produsen terbesar minyak sawit di dunia.
“Indonesia memporoduksi 45 juta metrik ton minyak sawit mentah. Ini terbesar, mengalahkan Malaysia yang memiliki kapasitas 18,8 juta metrik ton. Ini menandakan salah satu keunggulan negara kita adalah kelapa sawit yang mendunia,” kata Charles Meikyansah, anggota Komisi XI DPR RI, dalam Sosialisasi Sawit Baik 2023 bertema “Hilirisasi Produk Turunan Kelapa Sawit untuk Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat”, di Hotel Luminor, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (8/5/2023).
Besarnya keunggulan Indonesia di sektor sawit ini mendapatkan tantangan berupa kampanye negatif. “Pemerintah tengah berupaya bagaimana kita tidak mendapatkan kampanye negatif dan sawit Indonesia tidak dilarang masuk ke Uni Eropa maupun belahan dunia lain,” kata Charles.
Sawit layak diperjuangkan karena sudah banyak inovasi pengolahan limbah produk turunan sawit oleh pemerintah, industri, dan masyarakat agar lebih bermanfaat. Salah satunya adalah mengubah limbah sawit menjadi biogas, media tanaman, hingga bahan baku kertas.
“Bahkan sudah banyak ibu-ibu yang secara kreaitf bisa mengubah minyak jelantah menjadi sabun. Saya berharap ibu-ibu di Jember jangan mau kalah untuk berinovasi. Inovasi semacam ini penting untuk melawan kampanye negatif tentang produk sawit Indonesia,” kata Charles.
Sosialisasi ini menggandeng Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan dan Civil Society BPDPKS Aida Fitria dan Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Jember Ahmad Nafi.
Kegiatan diikuti 100 peserta, mayoritas pelaku UMKM. Kegiatan ini secara hibrid dan dihadiri pula oleh mahasiswa dan masyarakat umum secara virtual sejumlah 50 orang. [wir]






