Mojokerto (Beritajatim.com) – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indeks Kesehatan Kota Mojokerto tahun 2023 sudah berada di atas indeks Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Jatim). Indeks Kesehatan Kota Mojokerto 0,86 di atas angka rata-rata Provinsi Jawa Timur yaitu 0,84.
Hal tersebut disampakan Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro saat melakukan kick off implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kota Mojokerto. Acara yang digelar di salah satu hotel di Kota Mojokerto tersebut sebagai komitmen Pemkot Mojokerto meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
ILP merupakan sebuah program yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk penguatan pelayanan kesehatan primer. Yaitu pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas, posyandu dan pusat pelayanan terpadu yang sifatnya promotive dan preventif.
Dengan gol masyarakat yang sehat dan mandiri di seluruh kelompok umur dari bayi, balita, kelompok usia sekolah, kelompok usia produktif sampai dengan lansia. Menurutnya, implementasi ILP tersebut sebagai kegiatan yang konkret, nyata bagaimana seluruh bersama-sama melakukan sebuah transformasi dalam bidang kesehatan.
“Semuanya sudah harus kolaborasi multi stakeholder, semangatnya harus kebersamaan tidak bisa egosentris, dan hari ini sudah kita lakukan seluruh kepala OPD kita minta komitmennya sehingga Pemerintah Kota Mojokerto ini concern dalam bidang kesehatan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Pj (sapaan akrab, red), juga menyampaikan berdasarkan data BPS Indeks Kesehatan Kota Mojokerto tahun 2023 sudah berada di atas indeks Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Indeks Kesehatan Kota Mojokerto 0,86 di atas angka rata-rata Provinsi Jawa Timur yaitu 0,84.
“Meski demikian, kita tidak boleh cepat berpuas diri karena saat ini seluruh daerah telah berpacu melakukan kinerja-kinerja produktif supaya masyarakatnya semakin sejahtera dan bahagia,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Farida Mariana mengatakan, ILP di Kota Mojokerto sudah mulai dilakukan sejak akhir 2022 lalu dengan sosialisasi yang dilanjutkan dengan uji coba di 11 Posyandu pada bulan Juli 2024.
“Target kedepan ILP akan dilaksanakan di 63 Posyandu, 6 puskesmas yang ada di Kota Mojokerto wajib melaksakan. Dan Pemerintah Kota Mojokerto memiliki cukup SDM dan mempunyai nilai lebih dengan adanya prameswari yang tidak dimiliki oleh daerah lain dan semuanya diberdayakan untuk pelaksanaan ILP,” ujarnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memiliki 426 tenaga kesehatan, 83 prameswari, 1.621 kader motivator, 306 TPK, 786 kader kesehatan remaja, dan 222 kader KB. Dengan implementasi ILP, pemeriksaan karena pemeriksaan yang komprehensif maka konsekuensinya waktu pemeriksaan akan lebih lama.
Sebelum implementasi ILP pasien batuk pilek datang ke Puskesmas diobati ambil obat selesai, dengan ILP akan ditambah dengan pemeriksaan tensi, gula darah dan screening kejiwaan. Dalam implentasi ILP pencatatan dan pelaporan menjadi hal yang penting dan Kota Mojokerto telah memiliki aplikasi Gayatri.
“Alhamdulillah Kota Mojokerto punya aplikasi gayatri yang itu menajadi muara semua proses pelayan kesehatan yang semuanya bisa dicatat, dilaporkan dan dianalisa,” pungkasnya. [tin/aje]
![Indeks Kesehatan Kota Mojokerto 2023 Tinggi, di Atas Provinsi Jatim Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro saat melakukan kick off implementasi ILP di salah satu hotel di Kota Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240718-WA0004_D8OtralE0m-1024x624.jpeg)





