Surabaya (beritajatim.com) – Ketegangan akibat aksi demonstrasi yang tidak kondusif di sekitar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berdampak panjang pada berbagai agenda publik. Salah satu yang terkena imbas serius adalah pameran seni kontemporer ARTSUBS 2025 yang digelar di kompleks Balai Pemuda Surabaya.
Penyelenggara mengumumkan bahwa kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung hingga 7 September 2025 itu harus dihentikan lebih awal.
Dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun media sosial, pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengumumkan keputusan sulit tersebut.
“Dengan berat hati kami menyatakan situasi darurat. Pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025, kami menyaksikan kondisi yang semakin tak terkendali dan sangat membahayakan di sekitar area ARTSUBS 2025. Maka, kami terpaksa memutuskan bahwa ARTSUBS 2025 sudah tidak dibuka lagi sejak Minggu, 31 Agustus 2025,” tulisnya.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi keselamatan bersama, baik bagi pengunjung, seniman, maupun seluruh tim yang terlibat. Mereka juga memberikan informasi kepada masyarakat yang telah membeli tiket.
“Bagi yang memiliki tiket namun belum sempat digunakan, dipersilakan untuk menghubungi admin kami di nomor 085 385 555 038 untuk proses reimbursement,” lanjut pengumuman tersebut.
Sebelum penutupan total, sebenarnya penyelenggara telah melakukan langkah antisipatif dengan membatalkan acara Subsperformance pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Pembatalan itu dilakukan setelah melihat perkembangan situasi di Surabaya yang semakin memanas akibat gelombang aksi massa. Namun, eskalasi keadaan di sekitar pusat kota membuat keputusan pembatalan sementara akhirnya berubah menjadi penghentian permanen.
Keputusan ini tentu menjadi pukulan berat bagi dunia seni di Surabaya. ARTSUBS 2025 dikenal sebagai salah satu ruang alternatif bagi seniman muda hingga kontemporer untuk memamerkan karya eksperimental mereka. Banyak publik seni dan penikmat budaya yang sebelumnya menantikan beragam instalasi, pertunjukan, hingga diskusi kreatif di ajang ini.
Meski demikian, keamanan tetap menjadi prioritas utama. Penyelenggara berharap publik bisa memahami situasi darurat yang memaksa pameran berakhir lebih cepat. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada para seniman, sponsor, serta pengunjung yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan hingga hari-hari terakhir. (fyi/suf)






