Tuban (beritajatim.com) – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek pada 29 Januari 2025, Klenteng Kwan Sing Bio Tuban kembali menghadirkan ikon unik berupa patung Shio Ular Kayu di pelatarannya. Patung ini menjadi pusat perhatian pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan dekorasi sekaligus berswafoto.
Patung Shio Ular Kayu, yang menjadi lambang tahun ini dalam kalender Kongzili 2576, dibuat oleh seniman senior asal Tuban, Abah Janjang Berdikari. Pria lulusan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya tersebut telah berkontribusi sejak 1989 untuk membuat patung-patung bertema Imlek di klenteng terbesar se-Asia Tenggara ini.
“Tema tahun ini adalah Shio Ular Kayu. Patungnya memiliki panjang sekitar 6-7 meter dan pengerjaannya memakan waktu dua bulan,” ujar Abah Janjang.
Selain patung Ular Kayu, ia juga menambahkan latar bertuliskan aksara Tionghoa yang bermakna “panjang umur, banyak rezeki”. Puluhan lampion dan dekorasi tangkai kayu turut mempercantik area klenteng, menciptakan suasana meriah khas Imlek.
“Saya merasa bangga bisa terus berkarya. Setiap patung yang saya buat adalah tantangan sekaligus karya seni yang memiliki nilai cerita,” tuturnya.
Pengalaman Abah Janjang juga diakui hingga luar kota. Ia pernah mendapatkan proyek besar, seperti patung Gajah Mada setinggi 24 meter di Sleman dan patung-patung monumental lainnya, termasuk Kilin (singa) setinggi 10 meter dan Dewa Wisnu dengan ukuran serupa.
“Setiap karya adalah pengalaman berharga. Tantangannya justru membuat saya semakin termotivasi,” pungkas pria kelahiran 1965 ini. [ayu/but]







