Gresik (beritajatim.com)- Atmosfer berbeda terasa di Cinema XXI Gressmall. Ratusan penggemar film lokal memadati lokasi untuk melihat dari dekat pemeran film FOUFO yang dipadukan dengan Madura Fest dan sesi meet and greet bersama para pemain.
Jauh sebelum tayang secara nasional pada 9 Juli 2026, warga Gresik menjadi salah satu yang pertama merasakan pengalaman menyaksikan film komedi dengan logat bahasa Madura.
Jumpa fans tersebut, menjadi ajang bertemu langsung dengan para pemain dan talent yang selama ini hanya disaksikan lewat layar.
Antusiasme penonton semakin memuncak ketika sederet pemain dan talent mulai memasuki area acara. Hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya Tretan Muslim, Ade Kurniawan, Fuad Sasmita, Hari Otong, Siti Kamariyah, Ina Pogang, Rudy Surya, Kiano Shakeel, Rifqi, Egik MK, Pak Yusub, hingga DJ Rara yang langsung disambut meriah para pengunjung.
Tak hanya soal film, Madura Fest ikut memberi warna tersendiri. Dengan mengenalkan budaya Madura kepada generasi muda melalui interaksi santai bersama para talent. Kehadiran Tretan Muslim menjadi salah satu daya tarik yang paling dinantikan pengunjung.
Salah seorang penggemar Film FOUFO, Shinta, mengaku momen paling berkesan baginya adalah bisa bertemu langsung dengan Bayu Skak yang sebagai sutradara sekaligus pemeran utama film tersebut.
“Seneng banget bisa foto bersama dengan Kak Bayu,” ungkap Shinta dengan wajah sumringah, Rabu (1/7/2026).
Bagi para pencinta film Indonesia, acara ini menjadi lebih dari sekadar premiere. Pengunjung bisa menyaksikan film lebih awal, berfoto dengan para pemain, hingga merasakan atmosfer industri perfilman nasional yang kini semakin dekat dengan masyarakat.
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun mengatakan, pihaknya berkomitmen menghadirkan berbagai agenda nasional yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi industri kreatif.
“Kami tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi berbagai komunitas, pelaku industri kreatif, hingga dunia perfilman,” katanya.
Kehadiran premiere Film FOUFO dan Madura Fest lanjut dia, menjadi hiburan berkualitas sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh pengunjung.
Dengan semakin banyaknya agenda perfilman di daerah, Gresik menunjukkan diri sebagai salah satu kota yang ikut mendukung perkembangan industri kreatif nasional. Film FOUFO menjadi bukti bahwa antusiasme masyarakat terhadap film Indonesia terus meningkat menjelang penayangan resminya di bioskop seluruh Indonesia pada 9 Juli 2026. [dny/aje]






