Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 25 ibu-ibu PKK mengikuti workshop busana muslim di kampus Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya. Kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat dari Textile and Fashion Design (DFT) UK Petra.
Ketua Workshop Maria Nala Damayanti mengatakan, workshop ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas penggunaan baju muslim sekaligus dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 2024.
“Kegiatan ini menjadi salah satu kewajiban kami para dosen, yakni berkontribusi bagi negeri,” ungkap Maya, ditulis Minggu (25/2/2024).
Maya menyebut, pihaknya menggandeng Indonesian Fashion Chamber (IFC) Surabaya dalam workshop ini. Dalam kegiatannya, diajarkan bagaimana membuat styling baju muslim untuk acara semi formal, lengkap dengan tips dan triknya.
Misalnya seperti penggunaan hijab yang kreatif, simple, dan cantik. Dalam kegiatan ini juga menggunakan kain batik yang modern dan praktis. Ditambah juga mereka belajar memadupadankan sarung dan tunik sesuai untuk ibu-ibu usia 40 tahun ke atas.
“Kami ingin mengajarkan pada ibu-ibu ini bagaimana bisa memakai sendiri sarung yang praktis tanpa memotong atau menjahit kain. Serta meminimalkan penggunaan jarum pada hijab. Hanya dengan diikat atau dililitkan saja,” kata anggota tim pengabdian Dibya Adipranata Hody.
Di akhir sesi workshop, para ibu-ibu PKK yang terbagi dalam beberapa kelompok mendapatkan penilaian dari para pengajar serta dosen DFT yang mencari karya styling busana muslim terbaik. Penilaiannya meliputi kerapihan, kreatifitas dan estetika. [ipl/suf]






