Pamekasan (beritajatim.com) – Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, memperkenalkan model pendidikan terpadu yang menyeimbangkan keunggulan akademik, pembentukan karakter religius, dan kecakapan berdaya saing global dalam kunjungan studi di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia.
Bahkan dalam kesempatan tersebut, IBS PKMKK Pamekasan, Madura, Jawa Timur, juga memperkenalkan semangat dan budaya literasi sekaligus menegaskan komitmen untuk tidak sekedar menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi produsen konten dan peradaban positif dalam menghadapi tantangan era digital.
Hal tersebut dibuktikan melalui realisasi program literasi Padepokan Kiai Mudrikah, berupa karya sebanyak 174 buku santri ber-ISBN yang menandakan praktik terbaik dalam menumbuhkan kecakapan menulis dan berpikir kritis santri.
Dalam kunjungan studi tersebut, rombongan siswa IBS PKMKK Pamekasan, dipimpin langsung Direktur Pengembangan Bahasa dan Kajian Kitab Kuning, Moch Cholid Wardi, Direktur Pengembangan Soft Skill dan Literasi, Heni Listiana, serta Ketua Pengurus Santri Putri IBS PKMKK Pamekasan, Zilvania Qadrun Nada. Mereka disambut dan didampingi langsung salah satu pegawai dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Sholehuddin.
“Melalui kesempatan ini kami ingin menunjukkan bahwa keterampilan menulis dan literasi digital adalah modal dasar untuk bersaing secara global, dan kunjungan ini adalah ajang berbagi tentang bagaimana kami mengintegrasikan teknologi untuk menumbuhkan kreativitas, bahkan dalam mengkaji ilmu-ilmu klasik (kitab kuning),” kata Moch Cholid Wardi, Jum’at (10/10/2025).
Selain itu mereka juga membuka peluang melalui program beasiswa melalui penawaran skema beasiswa yang didukung KBRI Malaysia. “Kami bersama KBRI ingin mempermudah akses pendidikan bagi para pelajar di Malaysia,” ungkapnya.
“Karena itu kami membuka pintu lebar-lebar dan dengan hormat mengundang siswa SIKL untuk datang dan belajar di IBS PKMKK di Indonesia melalui skema beasiswa daerah khusus dari KBRI Malaysia atau skema kerjasama. Lebih dari itu, kami bersyukur jika upaya ini didukung oleh skema beasiswa dari KBRI, dan kami siap berkolaborasi menciptakan generasi yang literate, religius, dan berdaya saing,” jelasnya.
Sementara Sholehuddin menekankan bahwa dukungan program beasiswa merupakan komitmen nyata pemerintah Indonesia, guna memastikan semua pelajar memiliki akses ke pendidikan terbaik di Indonesia.
“Inisiatif dari IBS PKMKK ini sangat strategis seiring dengan adanya skema beasiswa yang difasilitasi KBRI, kami berharap tidak ada lagi kendala bagi pelajar di sini untuk kembali melanjutkan pendidikan unggulan di Indonesia, khususnya di IBS PKMKK,” jelasnya.
Selian itu, pihaknya juga menyambut baik fokus dari pendidikan terpadu yang diterapkan lembaga pendidikan Islam di Dusun Sumber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan. “Kami mengapresiasi inisiatif IBS PKMKK, penguatan literasi digital sangat penting bagi siswa SIKL agar mereka memiliki wawasan yang luas dan bekal yang cukup untuk berkontribusi di kancah internasional,” imbuhnya.
“Oleh karena itu, komitmen dari kedua belah pihak ini sebagai upaya menjajaki kolaborasi berkelanjutan, khususnya dalam merealisasikan berbagai program pengembangan literasi di masa depan, semoga,” pungkasnya. [pin/but]






