Hukum & Kriminal

Saraf Siswa Ini Terganggu Usai Dikeroyok Kakak Kelas

Sidoarjo (beritajatim.com) – Abu Hanifah, S.H. (54), warga Perum Taman Waru Permai A-123 Kelurahan Medaeng Kecamatan Waru, Sidoarjo, tidak menyangka YO, anaknya yang pernah dikeroyok kakak kelasnya dan dipukul dengan tong sampah, sakitnya bertambah fatal.

Setiap hari, saat melihat kondisi anaknya, Abu Hanifah tak kuasa menahan air mata. Saat beritajatim.com wawancara terkait kondisi dan kronologis kejadian, Abu Hanifah tiada henti-hentinya mengusap air mata yang menetes deras ke pipinya.

Abu Hanifah menceritakan, peristiwa pengeroyokan terhadap anaknya, terjadi pada hari Kamis tanggal 25 Oktober 2018, sekitar Pukul 10.30 Wib di Ruang Kelas 7G, sebuah SMP Swasta, di Kawasan Sukodono.

Mulanya, korban YO dijemput pelaku yang berinisial RA dan LU di ruang kelas YO. “Saat dijemput itu, kebetulan jam pelajaran kosong,” kata Abu Hanifah, Jumat (1/2/3019).

Abu melanjutkan, sesampainya di ruang kelas 7G, RA bilang ke korban YO. “Kalau kamu (YO, red) ingin jadi anggota kami, kamu harus berkelahi dulu dengan LU,” terang Abu Hanifah menirukan pengakuan pelaku RA yang menurutnya salah satu anak paling ditakuti di sekolah swasta itu.

Waktu itu, sambung Abu Hanifah, YO merasa terancam karena dihadapkan dengan pelaku. Merasa terancam, korban YO memukul dulu dan langsung dibalas oleh pelaku LU hingga mengenai muka YO. Setelah LU memukul dengan tangan kosong, RA mengambil tong sampah dan memukulkan ke tubuh korban YO. “Pukulan RA, mengenai punggung bagian atas,” tambah pria yang berprofesi sebagai pengacara itu.

Menurut pria yang akrab disapa Abu itu, waktu kejadian pengeroyokan, dirinya berada di Lampung. Ia mendapatkan laporan dari isterinya, YO mimisan akibat berkelahi dengan temannya di sekolah. “Waktu kejadian, saya di Lampung diberitahu istri saya. Kalau si YO habis berantem di sekolah dan sekarang mimisan,” jelasnya.

Abu juga beranggapan anak sekolah berantem, itu biasa saja. Namun ketika Abu pulang dari Pontianak, dan melihat kondisi dan tingkah YO, Abu kaget karena korban selalu menggeleng-gelengkan kepalanya.

Gerakan kepala YO, semakin hari semakin tak wajar. YO juga langsung dibawa ke RS Mitra Keluarga untuk diperiksa secara medis. “Dalam pemeriksaan, YO divonis dokter rumah sakit mengalami gangguan syaraf. Saya kaget mas, mendengar perkataan dokter itu,” imbuhnya sedih.

Pasca serangkaian sakit yang dialami oleh anaknya, Abu pun mendatangi pihak sekolah untuk meminta konfirmasi kejadian yang dialami korban YO. Pihak sekolah juga mempertemukan para pelaku beserta orang tuanya. Pelaku RA dan LU pun mengakui perbuatannya telah menganiaya korban YO. “Dan kasus ini sudah saya laporkan ke Polresta Sidoarjo,” pungkasnya. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar