Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Besi di Pabrik Gula Gempolkrep Mojokerto

Pelaku dan barang bukti hasil curian yanh disembunyikan di gerobak. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pelaku pencurian besi di Pabrik Gula Gempolkrep berhasil diringkus oleh Unitreskrim Polsek Gedeg Polresta Mojokerto. Pelaku berhasil diringkus hanya dalam waktu tiga jam setelah aksi pencurian lima plat besi dan sembilan besi ram tersebut.

Kasi Humas Polresta Mojokerto, Ipda MK Umam mengatakan, satu orang pelaku atas nama Didit Oktavianto (32) warga Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto berhasil diringkus. “Namun satu rekan pelaku yakni AN berhasil kabur,” ungkapnya, Sabtu (24/9/2022).

Masih kata Kasi Humas, aksi pencurian tersebut terjadi pada, Kamis, (22/9/2022) sekitar pukul 23.30 WIB. Pelaku AN menyelinap ke area pabrik dengan memanjat pagar besi bagian belakang pabrik yang tingginya kira-kira tiga meter. Pelaku mengambil tumpukan besi yang tergeletak di area pabrik.


“Barang curian tersebut kemudian diserahkan kepada pelaku Didit yang sudah menunggu di luar pagar sambil mengawasi situasi. Setelah itu, kedua pelaku kabur dengan dengan berboncengan motor. Kedua pelaku belum sempat menikmati hasil curiannya,” katanya.

Lantaran, satu pelaku berhasil diringkus petugas yang berpatroli saat hendak menyembunyikan barang curiannya menggunakan gerobak. Sabtu sekitar pukul 02.30 WIB, pelaku Didit Oktavianto berhasil diringkus dan langsung dibawa ke Mapolsek Gedeg untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Namun rekan palaku yakni AN berhasil melarikan diri. Dari tangan pelaku Didik, diamankan barang hasil curian berupa lima buah besi plat setebal 1 sentimeter berukuran 3×5 meter, sembilan besi ram ukuran 2×1,5 meter serta sepeda motor Suzuki Shogun nopol L 6022 TFD warna biru yang dipakai untuk melakukan aksi pencurian,” jelasnya.

Petugas juga mengamankan satu buah gerobak pasir dan kayu yang digunakan untuk menyembunyikan barang curiannya. Akibat pencurian ini, pihak pabrik mengalami kerugian sekitar Rp10 juta. Sementara itu, pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan reka ulang aksi pencurian.

“Pelaku Didit dijerat Pasal 363 Ayat 1 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara, sedangkan AN telah ditetapkan sebagai DPO dan sedang dalam upaya pencarian oleh petugas kepolisian,” tambah Kapolresta Mojokerto, AKBP Wiwit Adisatria. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar