Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Penipuan Umroh Murah Rp2,027 Miliar Mojokerto Dibelanjakan Warga Surabaya Beli Uang Kripto

Tersangka kasus dugaan penipuan umroh dan investasi bodong, Mochmmad Nasir (43).

Mojokerto (beritajatim.com) – Uang sebesar Rp2,027 miliar dari hasil penipuan 232 korban digunakan tersangka Mochmmad Nasir (43) warga Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya untuk memperdagangkan cryptocurrency (mata uang digital). .

Tersangka, Mochmmad Nasir (43) mengaku, tidak mempunyai bisnis apapun, termasuk travel umroh. Ia hanya gemar berdagang uang digital, namun untuk trading digital currency tersebut tersangka memilih menggunakan dana orang lain dengan modus umroh murah dan investasi bodong bodong yang dilakukan sejak Agustus 2019 sampai April 2020 lalu.

“Dari aplikasi itu (trading digital currency), dari harga Rp5 ribu bisa naik Rp10 ribu sehingga saya bisa memberi keuntungan. Ada keuntungan 100 persen. Dulu harganya Rp5 ribu bisa naik menjadi Rp10 ribu, sekarang turun terakhir saya lihat Rp29. Saya tidak bisa memberi keuntungan maupun mengembalikan uang investor. Karena dananya sudah tidak bisa ditarik,” ungkapnya, Selasa (16/11/2021).

Tersangka kasus dugaan penipuan umroh dan investasi bodong, Mochmmad Nasir (43).

Tersangka mengaku uang dari ratusan para korbannya tersebut digunakan untuk berdagang uang digital dan operasional ke para korban dan kebutuhan hidup sehari-hari. Sejak Agustus 2019 sampai April 2020, Nasir menipu 232 orang dengan modus umroh murah dan investasi bodong. Total kerugian para korban mencapai Rp2,027 miliar.

Para korban berasal dari Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Bangkalan, serta Indramayu-Jabar. Akibat perbuatannya, kini Nasir harus mendekam di Rutan Polres Mojokerto. Tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar