Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pemuda Ngawi Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur di Magetan, Modus Ajak Korban Jalan-jalan

foto/ilustrasi

Magetan (beritajatim.com) – Pemuda asal Ngawi diduga tega melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengajak korban jalan-jalan dan bermalam di penginapan Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Kasi Humas Polres Magetan, AKP Budi Kuncahyo, mengatakan kasus ini berawal dari laporan orangtua korban. Atas laporan tersebut, petugas sudah bergerak melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.

“Kami sudah mengamankan terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku,” kata Budi, Rabu (25/5/2022)

Perkenalan antara terduga pelaku dengan korban terjadi lewat media sosial beberapa waktu sebelum kejadian. Pada Senin (23/5/2022), terduga pelaku mengajak korban jalan-jalan ke tempat wisata hingga bermalam di sekitar lokasi.

Korban menuruti ajakan pelaku dan pergi tanpa sepengetahuan orangtua. Akibatnya, orangtua korban sempat kebingungan lantaran anaknya tidak pulang semalaman.

Merasa khawatir terjadi sesuatu terhadap putrinya, sang ibu menghubungi ayah ayah korban yang bekerja dan berdomisili di Lumajang. Mendapat kabar itu, sang ayah segera pulang ke Ngawi untuk turut mencari putrinya.

Ketika tiba di Ngawi, sang ayah sudah mendapati putrinya sudah berada di rumah. Sang ayah sempat bertanya tentang keberadaan anak remaja itu pada malam sebelumnya.

Korban lantas mengaku bermalam bersama terduga pelaku di sebuah penginapan di sekitar tempat wisata. Sang ayah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Budi menjelaskan awalnya korban dan terduga pelaku berkenalan di media sosial pada 18 Mei 2022. Kemudian teduga pelaku selalu menghubungi korban lewat WhatsApp dan membujuk agar mau diajak kencan.

“Kemudian, pada Senin, 23 Mei 2022 sekitar pukul 21.00 WIB korban janjian dan dijemput pelaku di pinggir jalan,” kata Budi.

Keduanya lalu berboncengan sepeda motor menuju tempat wisata. Sesampai di lokasi, terduga pelaku menyewa kamar di salah satu penginapan.

Saat di dalam kamar pelaku mengajak korban berhubungan badan layaknya suami istri. Hasil visum terhadap korban, ada kerusakan selaput dara.

Atas laporan orang tua korban tersebut, Satreskrim Polres Magetan mengamankan pelaku di rumahnya beserta barang bukti pada Selasa (24/3/2022) malam.

“Jika dalam pendalaman kasus tersangka terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, kami akan menjeratnya dengan Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,” terang Budi. (fiq/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar