Pacitan (beritajatim.com) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,7 mengguncang Pacitan Jawa Timur, Senin (8/6/2026) pukul 18.05 WIB. Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa berada di koordinat 10,17 Lintang Selatan dan 110,52 Bujur Timur atau sekitar 230 kilometer selatan Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.
Aktivitas gempa bumi di wilayah Kabupaten Pacitan menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Pacitan mencatat jumlah kejadian gempa terus bertambah, meski hanya sebagian kecil yang dirasakan masyarakat.
Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 1.247 kejadian gempa bumi. Dari jumlah tersebut, hanya 11 gempa yang dirasakan warga. Sementara pada tahun 2025, jumlah kejadian meningkat menjadi 1.284 gempa, dengan 10 kejadian yang dirasakan.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, mengatakan tingginya aktivitas kegempaan tersebut menunjukkan bahwa wilayah selatan Pacitan memiliki potensi ancaman gempa yang cukup besar.
“Potensi bencana di Pacitan memang cukup kompleks. Gempa bumi saja setiap tahun terus mengalami peningkatan jumlah kejadian,” ujarnya Senin (8/6/2026).
Terbaru, gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,7 terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 18.05 WIB. Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa berada di koordinat 10,17 Lintang Selatan dan 110,52 Bujur Timur atau sekitar 230 kilometer selatan Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. “Meski tergolong besar, namun tidak dirasakan oleh warga, “jelasnya
Meski gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan kerusakan, kejadian itu kembali menjadi pengingat bahwa Kabupaten Pacitan berada di kawasan rawan gempa bumi akibat aktivitas tektonik di zona selatan Pulau Jawa.
Dalam dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Pacitan disebutkan bahwa kondisi geografis dan morfologi wilayah menjadi faktor utama tingginya potensi bencana. Selain gempa bumi, ancaman lain yang juga mengintai meliputi banjir, tanah longsor, tsunami, dan cuaca ekstrem.
Tak hanya itu, Pacitan juga memiliki potensi bencana lain seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kegagalan teknologi, epidemi dan wabah penyakit, konflik sosial, serta gelombang ekstrem dan abrasi pantai.
Hasil kajian menunjukkan sebagian besar ancaman bencana di Pacitan berada pada kategori risiko sedang, termasuk gempa bumi, banjir, tanah longsor, tsunami, dan kekeringan. Sementara itu, risiko epidemi dan wabah penyakit masuk dalam kategori rendah.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana guna mengurangi risiko saat terjadi keadaan darurat. [tri/suf]






