Ponorogo (beritajatim.com) – Aksi 2 warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan gendam, terekam kamera pengawas (CCTV) sebuah toko perabotan rumah tangga di Kelurahan Banyudono, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.
Modus yang digunakan para pelaku yakni berpura-pura hendak menukarkan uang asing. Namun justru diduga mengelabui penjaga toko hingga uang di laci kasir raib.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah toko perabotan rumah tangga yang berada di kawasan Banyudono. Rekaman CCTV berdurasi sekitar satu menit memperlihatkan 2 pria asing memasuki toko dan langsung menghampiri meja kasir yang dijaga Fajar Ainur (20).
Dalam rekaman itu, kedua pria tersebut tampak berbincang dengan penjaga toko. Mereka juga sempat berpura-pura hendak membeli sejumlah barang yang dijual di toko tersebut. Situasi terlihat normal hingga salah satu pria mendekati area kasir dan membuka laci penyimpanan uang.
Kanit Reskrim Polsek Ponorogo Kota, Iptu Ibnu Harjito, membenarkan adanya laporan terkait dugaan pencurian dengan modus menukar uang yang melibatkan 2 warga negara asing.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa rekaman CCTV yang beredar.
“Masih kami lakukan penyelidikan. Rekaman CCTV dan keterangan saksi menjadi bahan untuk mengungkap identitas pelaku,” ungkap Ibnu, Senin (8/6/2026).
Fajar Ainur mengaku awalnya kedua pria tersebut meminta bantuan untuk menukarkan uang asing yang mereka bawa. Saat proses penukaran berlangsung, keduanya terus mengajak berbicara dan memperlihatkan sejumlah lembar uang kepada dirinya.
Di tengah situasi tersebut, Fajar mengaku mendadak kehilangan fokus. Dia merasa bingung dan tidak sepenuhnya menyadari apa yang sedang terjadi, ketika salah satu pria membuka laci kasir.
“Mereka minta tukar uang. Saya diajak bicara terus sambil menunjukkan uang. Tiba-tiba saya seperti bingung dan tidak fokus,” ungkap Fajar.
Menurutnya, setelah membuka laci kasir, kedua pria tersebut diduga mengambil uang tunai sekitar Rp300 ribu. Anehnya, uang asing yang semula disebut akan digunakan sebagai alat tukar tidak pernah diberikan kepada pihak toko.
Setelah berhasil menjalankan aksinya, kedua pria itu segera meninggalkan lokasi. Aktivitas di toko kembali berjalan normal hingga beberapa saat kemudian Fajar melakukan pengecekan hasil penjualan.
Saat itulah Dia menyadari jumlah uang di dalam laci kasir berkurang. Temuan tersebut kemudian dicocokkan dengan rekaman CCTV yang memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan kedua pria asing tersebut saat berada di area kasir. Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian.
Polisi mengimbau para pelaku usaha dan penjaga toko untuk lebih waspada terhadap orang tidak dikenal yang menawarkan penukaran uang atau melakukan transaksi dengan cara-cara yang tidak lazim.(end/ted)






