Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kabar Penculikan Anak di Desa Kapuran Badegan Ponorogo, Ini Fakta Sebenarnya

Kapolsek Badegan IPTU Agus Wibowo(Foto/Endra Dwiono)

Kapolsek Badegan IPTU Agus Wibowo(Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Masyarakat Kabupaten Ponorogo sejak Rabu (28/9) malam dihebohkan dengan pesan berantai dan status whatsapp, bahwa telah terjadi penculikan anak di Desa Kapuran Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo.

Dalam narasi pesan berantai itu, disebutkan ada anak habis beli jajan, tiba-tiba dimasukkan ke mobil. Anak itu kemudian tangannya diikat dan kepalanya ditutup dengan karung bekas semen. Karena sang anak memberontak, anak itu akhirnya diturunkan di area persawahan di Desa Tegalombo Kecamatan Kauman. Oleh warga setempat, anak itu akhirnya diantarkan pulang ke rumahnya yang ada di Desa Kapuran.


Untuk mengetahui kebenaran pesan berantai tersebut, Kapolsek Badegan IPTU Agus Wibowo melakukan konfirmasi langsung terhadap keluarga anak yang mengaku diculik tersebut. Dari hasil konfirmasi langsung yang bersangkutan dan keluarganya, Kapolsek Badegan memastikan bahwa pesan berantai tentang penculikan anak itu adalah hoax. “Tidak ada penculikan anak, berita di status atau whatsapp grup dipastikan hoax,” kata Kapolsek Badegan IPTU Agus Wibowo, Kamis (29/9/2022).

Agus menceritakan bahwa narasi penculikan yang diceritakan oleh korban berinisial Y (10), adalah karangan dari si anak sendiri. Dia nekat menceritakan diculik, karena merasa kecewa dengan bapaknya yang berinisial S (40). Kebetulan, mereka di rumah hanya berdua, sang ibu sedang bekerja di luar negeri. “Sang anak kecewa kepada bapaknya, sehingga anaknya menceritakan bahwa dia habis diculik,” katanya.

Kekecewaan sang anak itu berawal saat sang anak meminta dibelikan ikan cana oleh bapaknya. Namun, tak kunjung dibelikan oleh bapaknya. Nah, pada hari Rabu (28/9) kemarin sang anak kembali kecewa, karena tidak diajak bapaknya untuk datang ke pesta hajatan manten. “Jadi kemarin saat bangun tidur, sang anak mendapati bapaknya sudah tidak ada di rumah. Saat tanya kepada neneknya, ternyata bapaknya sudah pergi ke hajatan manten,” katanya.

Merasa marah dan kecewa, sang anak nekat membeli sendiri ikan cana di Desa Tegalombo Kecamatan Kauman jaraknya sekitar 5 kilometer dari rumahnya. Karena berjalan kaki, belum sampai tempat penjualan ikan cana, sang anak kelelahan dan sempat tidur di gubuk di persawahan. Setelah bangun, anak itu ditanya oleh ibu-ibu yang mencari rumput.

“Saat ditanya oleh ibu-ibu itu, anak ini mulai mengarang cerita bahwa habis diculik dan tangannya sempat diikat. Kemudian oleh warga setempat, anak itu kemudian diantarkan pulang ke rumahnya,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar