Ponorogo (beritajatim.com) – Harapan peternak Ponorogo untuk melindungi ternak mereka dari penyakit mulut dan kuku (PMK) akhirnya terpenuhi. Puluhan ribu dosis vaksin PMK telah mendarat di Bumi Reog.
Petugas veteriner pun sudah berkeliling untuk menyuntikkan vaksin tersebut ke ternak warga Ponorogo. Di mana vaksin PMK difokuskan untuk teriak-teriak di daerah zona hijau di Ponorogo.
“Hari-hari ini, dokter hewan sudah berkeliling untuk menyuntikkan vaksin PMK ke teriak-teriak warga,” kata Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (PKHP) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Siti Barokah, Jumat (14/2/2025).
Data dari Dipertahankan Ponorogo, total ada 21.750 dosis vaksin PMK yang tiba di Bumi Reog. Dari jumlah itu, sebanyak 11.250 dosis berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), sementara 10.500 dosis lainnya merupakan alokasi dari Kementerian Pertanian (Kementan).
“Jadi vaksin PMK kali ini dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. Diberikan kepada hewan ternak di wilayah zona hijau di Ponorogo,” katanya.
Siti Barokah mengungkapkan bahwa vaksinasi telah dimulai ini, ditargetkan rampung pada bulan April mendatang. Dalam pelaksanaannya, vaksinasi akan menyasar ternak di setiap desa dengan menggandeng pemerintah desa setempat.
Petugas mendata semua ternak berkaki empat, seperti sapi, kambing, domba, hingga babi. Dosisnya, untuk domba atau kambing, setengah dari dosis vaksin untuk hewan sapi. Kalau sapi biasanya dua mili per dosisnya.
“Dosis vaksin menyesuaikan dengan jenis ternaknya,” katanya.
Setiap ternak yang telah divaksin akan didaftarkan dalam Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS). Lewat sistem ini, petugas dapat memantau riwayat vaksinasi ternak serta menjadwalkan vaksinasi lanjutan. Idealnya, penyuntikan dosis kedua dilakukan enam bulan setelah vaksinasi pertama.
“Dengan upaya ini, diharapkan wabah PMK di Ponorogo dapat ditekan, serta kesehatan dan produktivitas ternak tetap terjaga,” tutup Siti Barokah. [end/beq]






