Pasuruan (beritajatim.com) – Aparat penegak hukum bergerak cepat dalam merespons potensi gangguan keamanan objek vital di wilayah pesisir pada malam hari. Langkah taktis ini berhasil menyelamatkan fasilitas komunikasi publik yang menjadi hajat hidup orang banyak dari penjarahan sekelompok orang asing.
Tiga orang pria asal wilayah kaki gunung dan dataran tengah kini harus mendekam di sel tahanan mapolsek setelah tertangkap tangan melakukan perusakan sarana telekomunikasi. Pihak kepolisian juga berhasil mengamankan seluruh perkakas tajam yang digunakan oleh para tersangka untuk melancarkan kejahatan tersebut.
“Saat anggota sedang melaksanakan kegiatan rutin Kring Serse, tim langsung bergerak menuju lokasi setelah mendapat laporan warga,” ungkap Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi saat dikonfirmasi media pada Jumat (12/6).
Pihaknya menjelaskan bahwa kesigapan personel di lapangan membuat kawanan pencuri tersebut tidak berkutik dan menyerah tanpa melakukan perlawanan berarti.
Aksi nekat komplotan ini menyasar pada komponen tembaga pembungkus daya yang berada di dalam area pagar pengaman menara pemancar sinyal. Keberadaan para pelaku di lokasi yang sepi tersebut memicu kecurigaan warga sekitar yang kemudian berinisiatif menghubungi petugas piket.
Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian, tumpukan material kabel berukuran panjang yang sudah terkelupas siap diangkut menggunakan kendaraan operasional mereka. Perbuatan ilegal ini dinilai sangat merugikan pihak korporasi penyedia jaringan karena dapat memicu pemutusan sinyal internet secara masif.
Penyidik mensinyalir bahwa para tersangka merupakan bagian dari sindikat spesialis yang kerap berpindah tempat operasi di seputar wilayah hukum Pasuruan. Polisi kini tengah melacak penadah utama yang menjadi tujuan penjualan barang tiruan hasil jarahan tersebut.
“Saat ini tersangka sudah kami tahan dan kasusnya sedang dalam proses penyidikan hingga tuntas,” tambah Junaidi. Atas tindakan sabotase properti swasta ini, para tersangka bakal dijerat dengan pasal pidana tentang pencurian dengan pemberatan.
Pihak berwajib mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus aktif menjaga keamanan lingkungan sekitar dari gerak-gerik mencurigakan di malam hari. Kerjasama yang baik antara warga dan aparat dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan angka kriminalitas di tingkat desa. (ada/but)






