Magetan (beritajatim.com) – Polres Magetan mengungkap sejumlah temuan baru terkait kecelakaan bus masuk jurang di Jalan Tembus Sarangan-Tawangmangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan pada 4 Desember 2022 lalu. Bus yang terjun ke jurang sedalam 30 meter itu tergolong baru dan rutin dirawat.
Kasat Lantas Polres Magetan, AKP Trifonia Situmorang menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa 19 orang saksi meliputi petugas Kepolisian, dua orang warga Sarangan yang mengetahui kejadian pertama kali, Dinas Perhubungan Magetan yang memeriksa kendaraan di lokasi kejadian, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, sembilan penumpang bus, kernet bus yakni Ahmad Masrur. Juga telah memeriksa perwakilan PT Semeru Putra Transindo selaku perusahaan pemilik bus, terdiri dari manajemen, teknisi, dan pemilik.
“Saksi-saksi sudah kami mintai keterangan ya. Kalau dari pihak perusahaan yakni PT Semeru Putra Transindo mengatakan kalau bus ini kondisi baru dan selalu dirawat dengan baik ya. Artinya rutin dirawat dan dicek kondisi mesin dan sarprasnya,” kata Trifonia, Senin (2/1/2023)
Dari keterangan pihak PT Semeru Putra Transindo, Muhammad Barliyan (52), warga Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang, yang merupakan pengemudi diduga belum benar-benar menguasai bus. Diketahui, Barliyan baru dua bulan mengemudikan bus tersebut
“Sehingga, ada dugaan jika memang pengemudinya ini yang belum mahir mengemudikan bus baru ini. Bus ini kan buatan tahun 2018 dan masih kondisi baru. Setelah kami cek memang busnya jni tidak ada masalah sebenarnya. Kami menduga memang ada human error dalam kecelakaan ini,” katanya.
Meski mengarah ke kesalahan pengemudi yang sudah meninggal dunia pada kejadian saat itu, Trifonia mengungkapkan jika pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Karena, hasil pemeriksaan dari Unit Traffic Accident Analysis (TAA) Subdit Gakkum Polda Jawa Timur belum keluar.
“Masih menunggu hasil dsri TAA. Baik yang oemeriksaan pertaam di TKP dan scan kedua setelah bus kami evakuasi. Jadi sementara kasus ini masih kami tangani,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”magetan”]
Diketahui, sebuah bus pariwisata mengangkut 55 orang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB.
Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak.
Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus yakni Muhammad Barliyan (52). Jenazah sudah dipulangkan ke Kota Semarang pada Minggu (4/13/2022) pukul 19.30 WIB.
Kemudian, 31 korban dinyatakan luka-luka. Semua korban luka sudah diantar untuk sebagian pulang dan dialih rawat di RSUD Wongsonegoro Semarang, pada Senin (5/12/2022) pukul 14.12. WIB.
Polisi telah melakukan olah TKP dan menerjunkan Traffic Accident Analysis (TAA) guna mengumpulkan data sebelum, saat, dan sesudah kecelakaan. [fiq/beq]






