Sampang (beritajatim.com) – Cuaca yang tidak menentu membuat petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura, harus berjibaku menjaga kualitas hasil panen mereka. Hujan yang turun secara tiba-tiba dalam beberapa hari terakhir menjadi tantangan serius karena berpotensi merusak rajangan tembakau yang sedang dijemur.
Sejumlah petani di Kecamatan Robatal dan Omben misalnya, tampak kompak bergotong royong menutup rajangan dengan terpal setiap kali mendung datang. Begitu sinar matahari kembali muncul, mereka segera membentangkan rajangan kembali agar proses pengeringan tidak terganggu.
“Kalau telat menutup, tembakau bisa basah dan kualitasnya turun. Bisa-bisa harga jual jatuh,” kata Hosen, salah seorang petani tembakau di Robatal, Kamis (2/10/2025). Menurutnya, kerja sama antarpetani sangat penting agar rajangan yang dijemur dalam jumlah banyak bisa cepat diamankan dari hujan.
Hal senada disampaikan oleh Sulaiman, petani asal Omben. Ia mengaku sudah menyiapkan terpal tambahan dan bambu penyangga untuk mempercepat proses menutup rajangan. “Sekarang kita harus ekstra hati-hati. Hujan kadang datang sore, kadang siang, bahkan pagi hari. Tidak bisa ditebak,” ujarnya.
Kondisi ini menambah beban kerja para petani, karena mereka tidak hanya fokus pada penjemuran, tetapi juga harus siaga setiap saat. Selain itu, biaya tambahan seperti pembelian terpal dan tenaga kerja juga menjadi pengeluaran ekstra di musim panen kali ini.
Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Sampang melalui petugas lapangan memberikan imbauan agar petani tetap menjaga kualitas dengan memperhatikan cara penjemuran. Mereka juga menyarankan penggunaan alat pengering alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada cuaca, meski belum semua petani mampu mengakses teknologi tersebut karena keterbatasan biaya.
Bagi petani tembakau di Madura, terutama Sampang, kualitas rajangan sangat menentukan harga jual ke gudang. Setiap tetes air hujan yang mengenai rajangan bisa membuat warna tembakau berubah, menurunkan mutu, dan berimbas pada turunnya daya tawar di pasaran. [sar/beq]






