Jombang (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem menerjang Dusun Babatan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu petang, 21 Februari 2026, sekitar pukul 17.30 WIB.
Hujan es disertai angin kencang mengguncang kawasan ini, membuat warga setempat panik, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Butiran es sebesar kelereng jatuh dari langit, dan angin kencang turut menambah ketegangan. Tak lama setelah kejadian itu, listrik padam, menciptakan suasana yang semakin mencekam. Banyak warga yang terkejut dan khawatir akan dampak cuaca ekstrem yang terjadi secara mendadak ini.
Tarnoto (58), salah satu warga yang tinggal di Dusun Babatan, mengungkapkan kekagetannya saat pertama kali menyaksikan kejadian tersebut. “Sebelum hujan deras turun, langit diliputi awan gelap. Sejurus kemudian hujan deras mengguyur,” kata Tarnoto.
Namun, yang paling mengejutkan adalah suara mirip kerikil yang terdengar di atas atap rumahnya. “Setelah saya lihat ternyata hujan es. Butiran es yang jatuh sebesar kelereng,” lanjutnya.
Hujan es tersebut terlihat jelas di depan warung miliknya yang terletak di tepi jalan nasional Jombang – Surabaya. Beruntung, hujan es ini tidak berlangsung lama. “Sekarang sudah reda,” tambah Tarnoto.
Meskipun begitu, kejadian tersebut memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi warga sekitar yang sebelumnya tidak pernah mengalami peristiwa serupa.
Fenomena cuaca ekstrem ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat setempat, yang berharap pihak berwenang dapat mengantisipasi potensi cuaca buruk lainnya, terutama di musim peralihan seperti ini. [suf]






