Bondowoso (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso memicu tanah longsor di Kecamatan Pakem, Jumat (20/2/2026) malam. Material longsoran sepanjang delapan meter sempat menutup akses jalan antar dusun di Desa Petung sekitar pukul 21.00 WIB.
Sebelumnya, sekitar pukul 20.50 WIB, laporan warga masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso melalui pesan WhatsApp. Laporan itu menyebutkan terjadi longsor di dua desa, yakni Desa Patemon dan Desa Petung.
Di Desa Patemon, enam titik longsor dilaporkan terjadi di sepanjang Jalan Raya Wringin. Sementara di Desa Petung, longsor merusak plengsengan dan menutup akses jalan dari Dusun Pertelon (RT 1 RW 1) menuju Dusun Barat Curah (RT 9 RW 4).
Dimensi material longsor diperkirakan memiliki panjang delapan meter, lebar empat meter, dan tinggi tiga meter. Selain itu, satu rumpun bambu tumbang turut menghalangi jalur penghubung antar dusun.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyampaikan kejadian dipicu intensitas hujan tinggi yang membuat kontur tanah menjadi labil.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim langsung melakukan asesmen dan penanganan di lokasi,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Tim Pusdalops, TRC, dan Agen Jatim BPBD bersama warga setempat bergerak melakukan pembersihan material longsor dan evakuasi rumpun bambu yang tumbang. Hingga Sabtu (21/2/2026) pukul 00.57 WIB, material longsoran berhasil ditangani dan akses jalan kembali dapat dilalui tanpa kendala berarti.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan. [awi/beq]






