Jombang (beritajatim.com) – Hujan deras mengguyur ribuan peserta kirab Hari Santri Nasional (HSN) 2024 yang digelar oleh MWCNU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Diwek Kabupaten Jombang, Senin (21/10/2024).
Meski diguyur hujan deras, tapi hal itu tidak menyurutkan nyali ribuan peserta apel yang bertempat di depan kantor MWCNU Diwek Jombang.
Apel dipimpin langsung Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh. Peserta apel dan kirab adalah perwakilan pengurus ranting, lembaga dan badan otonom (banon) di bawah NU.
Tampak mengenakan seragam organisasi dari Fatayat, GP Ansor, Banser, Muslimat, Pergunu, Pagar Nusa, LP Ma’arif, IPNU-IPPNU, IGRA, Ishari, LTN dan sebagainya.
Acara apel Hari Santri dilanjut dengan kirab menuju Pesantren Tebuireng. Dengan jalan kaki, lebih dari 3.000 peserta diiringi 23 grup drum band dari LP Ma’arif. Kemacetan lalu lintas tidak terelakkan lagi sepanjang jalan raya Diwek hingga Pesantren Tebuireng.
Dalam sambutannya, Kiai Hamdi memotivasi para peserta apel untuk khidmah di NU. Karena wajah NU 10 tahun ke depan tergantung kepada generasi saat ini. “Ternyata air hujan ini turun menunggu hari santri,” ucapnya di hadapan peserta kirab.
Kiai Hamdi menjelaskan bahwa HSN adalah momentum bersejarah tidak hanya bagi santri. Namun juga bagi bangsa Indonesia. Peran santri ke depannya sangat tergantung pada bagaimana santri hari ini.
“Hari ini adalah hari santri, langkah apa yang harus kita lakukan dan persiapkan? Masih merdeka atau tidak? ini tergantung sampean semua ini,” tegasnya.
Kiai Hamdi menambahkan, para pendahulu tantangannya bukan sekadar hujan. Para kiai kala itu tidak sedikit pengorbanannya, tapi hartanya, ilmunya, waktunya, mereka kerahkan untuk kemerdekaan Indonesia.
“Inilah yang perlu kita camkan, terima kasih kepada para kiai, para santri yang tidak goyah diguyur hujan. Semoga NKRI tetap jaya,” pungkasnya.
Ditemui terpisah, salah satu santri peserta kirab, Affrila Adi Purnama menyampaikan rasa harunya dapat mengikuti perayaan HSN 2024 bersama santri-santri lainnya. “Alhamdulillah, bisa mengikuti Kirab Hari Santri hingga ke Pondok Tebuireng. Kita semua semangat meskipun saat ini hujan deras,” jelasnya.
Dia mengaku hadir bersama rombongan santri putra dan putri sebanyak 150 orang dari pesantrennya. “Mudah-mudahan santri tetap menjadi pilar yang membangun negeri,” harap santri Ponpes At-Taufiq Bogem ini.
Puncak peringatan Hari Santri Nasional oleh MWCNU Diwek akan digelar Selasa (22/10/2024). Bertempat di Desa Keras, akan digelar selawat dan pengajian umum. [suf]






