Madinah (beritajatim.com) – Pihak perhotelan di Madinah telah merampungkan persiapan 100 persen untuk menyambut gelombang kedatangan jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi menyatakan fokus utama layanan tahun ini meliputi peremajaan fasilitas hotel secara menyeluruh, penyajian menu khas Nusantara, serta target efisiensi distribusi kunci kamar yang selesai dalam waktu kurang dari 30 menit guna mendukung kekhusyukan ibadah tamu Allah setibanya di Tanah Suci.
Manajemen Astoneast Aiba Hotel menjadi salah satu pengelola akomodasi yang menunjukkan antusiasme tinggi. Direktur Operasional Astoneast Aiba Hotel, Ibrahim Albrins, mengungkapkan bahwa jemaah Indonesia memiliki kedekatan emosional tersendiri dengan pihak hotel. Hal ini didasari data bahwa sekitar 80 persen tamu mereka sepanjang tahun, termasuk pada musim umrah, berasal dari Indonesia.
“Seratus persen kami sudah siap menyambut jemaah dari Indonesia. Kami ucapkan selamat datang dan senang menyambut mereka,” tegas Ibrahim saat menjelaskan kesiapan operasionalnya di Madinah.
Peremajaan Fasilitas dan Cita Rasa Nusantara
Guna memberikan penghormatan bagi jemaah, pihak hotel melakukan peremajaan fasilitas fisik secara masif. Seluruh karpet, mulai dari dalam kamar hingga selasar dan lorong antar-kamar, telah diganti dengan yang baru. Penataan tempat tidur juga telah disesuaikan secara lengkap berdasarkan standar kerja sama yang telah disepakati dengan pemerintah Indonesia.
Selain aspek fisik, keunggulan hotel ini terletak pada kedekatan lokasinya yang kurang dari 100 meter dari Masjid Nabawi. Untuk mengobati kerinduan jemaah pada kampung halaman, pihak hotel secara rutin menyajikan menu masakan khas Indonesia. Atmosfer kehangatan jemaah Indonesia juga menjadi motivasi tersendiri bagi staf hotel dalam memberikan pelayanan prima.
“Jemaah Indonesia tergolong sangat hangat dan familiar. Jajaran staf kami merasakan suasana penuh keakraban setiap kali melayani mereka,” ungkap Ibrahim Albrins.
Standarisasi Layanan Cepat: 30 Menit Serah Kunci
Kesiapan teknis ini mendapat dukungan penuh dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Kepala Seksi Akomodasi Daker Madinah, Dr. Zaenal Muttaqin, menegaskan bahwa akomodasi merupakan pilar vital dalam menyukseskan penyelenggaraan haji tahun ini. Pihaknya berupaya keras agar jemaah bisa segera beristirahat dengan nyaman sesaat setelah menempuh perjalanan jauh.
“Akomodasi memegang peran vital dalam penyelenggaraan haji. Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar jemaah bisa segera beristirahat begitu sampai di hotel,” ujar Zaenal.
Zaenal menetapkan target ambisius dalam operasional lapangan, yakni proses penyerahan kunci kamar maksimal dilakukan dalam 30 menit sejak jemaah tiba. Selain itu, distribusi koper jemaah hingga sampai di depan pintu kamar masing-masing ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari satu jam. Standarisasi ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk menjaga kualitas layanan.
Namun, untuk mencapai target tersebut, Zaenal menekankan pentingnya sinergi dan ketertiban dari para jemaah. Kerja sama dalam mengikuti arahan petugas saat pembagian kamar sangat krusial guna mencegah terjadinya penumpukan massa di lobi hotel. Koordinasi yang apik antara pihak hotel, majmuah, dan petugas Daker diharapkan mampu mewujudkan operasional haji di Madinah yang efektif, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah, termasuk rombongan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pihak hotel di Madinah, seperti Astoneast Aiba Hotel, telah siap 100 persen menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia dengan melakukan peremajaan fasilitas seperti penggantian karpet baru dan penataan tempat tidur.
Akomodasi ini menawarkan keunggulan lokasi yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi (kurang dari 100 meter) serta penyediaan menu makanan khas Indonesia untuk menjaga kenyamanan jemaah selama di Tanah Suci.
Kepala Seksi Akomodasi Daker Madinah, Dr. Zaenal Muttaqin, menetapkan target distribusi kunci kamar kurang dari 30 menit dan pengantaran koper kurang dari satu jam sejak jemaah tiba di hotel.
Petugas menekankan pentingnya kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan pembagian kamar guna menghindari penumpukan di lobi hotel agar standar layanan cepat dapat tercapai secara maksimal. [ian/aje]






