Magetan (beritajatim.com) – Tingkat hunian hotel di kawasan Telaga Sarangan selama malam Tahun Baru 2025 menunjukkan perbedaan signifikan antara hotel yang terhubung dengan Online Travel Agent (OTA) dan yang tidak. Berdasarkan data, hotel yang menggunakan OTA berhasil mencapai okupansi hingga 100%, sedangkan hotel dengan pemesanan manual, seperti melalui WhatsApp, hanya mencatat angka maksimal 80%, bahkan ada yang lebih rendah.
Kepala Bidang Pengelolaan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan, Eka Radityo, menyoroti pentingnya penggunaan OTA dalam mendukung tingkat hunian hotel. “Perbedaan ini sangat mencolok. Tahun lalu, hotel tanpa OTA pun mampu mencatat angka lebih tinggi dibandingkan tahun ini,” jelas Eka pada Rabu (01/01/2025).
Selama libur akhir tahun, rata-rata okupansi hotel di Magetan hanya mencapai 50%, mengalami penurunan sekitar 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini diduga dipengaruhi beberapa faktor, seperti menurunnya minat wisatawan untuk menginap di kawasan tersebut.
Eka mengungkapkan, salah satu strategi untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan mengembangkan paket wisata menarik yang mampu memikat wisatawan untuk tinggal lebih lama. “Kegiatan seperti rapat, workshop, atau meeting perlu diintegrasikan dengan sektor pariwisata lokal untuk mendorong peningkatan okupansi hotel,” tambahnya.
Selain itu, Eka juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan hotel. “Hotel perlu meningkatkan standar pelayanan untuk menarik lebih banyak wisatawan dan mampu bersaing dengan destinasi lain,” ujarnya.
Di kawasan Sarangan, terdapat sekitar 236 tempat penginapan, mulai dari hotel berbintang, penginapan kelas menengah, hingga pondok wisata. Namun, hanya 150 penginapan yang terdaftar sebagai wajib pajak dan dianggap sebagai hotel resmi. Sisanya merupakan pondok wisata kecil atau penginapan di rumah warga.
Sayangnya, hanya 11 hotel di Magetan yang memanfaatkan OTA untuk menjangkau calon tamu. Padahal, potensi untuk meningkatkan okupansi melalui platform digital ini masih sangat besar.
“Magetan saat ini hanya memiliki satu hotel berbintang, yaitu Hotel Grand HAP Kintamani. Ini menjadi peluang besar bagi pengembangan fasilitas penginapan lain, termasuk hotel berbintang tambahan untuk meningkatkan daya tarik kawasan ini,” pungkas Eka. [fiq/kun]






