Sampang (beritajatim.com) – Sebagai upaya nyata menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat struktur tanah dari ancaman abrasi, Husky – CNOOC Madura Limited (HCML) bersama SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menggelar aksi penanaman ribuan pohon di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Sabtu (20/12/2025).
Bekerja sama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sampang, aksi ini memfokuskan penanaman pada pohon bidara, yang dikenal memiliki daya tahan kuat serta nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat lokal. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) SKK Migas-HCML tahun 2025.
Manager Regional Office and Relations HCML, Hamim Tohari, mengungkapkan bahwa aksi penghijauan ini tidak hanya terpusat di satu titik. Secara total, terdapat 13.000 bibit pohon yang disebar di wilayah Madura.
“Rinciannya, 11 ribu pohon kami tanam di Kabupaten Sampang dan 2 ribu pohon di Kabupaten Sumenep. Untuk Sampang, penanaman tersebar di 18 titik mulai dari wilayah hulu hingga hilir, mencakup wilayah seperti Karang Penang, Banyuates, Jrengik, dan Pulau Mandangin sebagai salah satu lokasi utama,” jelas Hamim.
Pemilihan pohon bidara bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil kajian bersama Pemerintah Kabupaten Sampang, bidara yang tumbuh di Pulau Mandangin memiliki kualitas unggul; ukurannya lebih besar dan cita rasanya lebih manis dibandingkan bidara yang tumbuh di daratan.
Selain berfungsi sebagai penahan tanah agar lebih stabil terhadap kerusakan lingkungan, hasil buah bidara diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga. Namun, Hamim menekankan pentingnya aspek pemeliharaan pasca-penanaman.
“Menanam itu mudah, yang sulit adalah merawatnya. Kami berharap masyarakat dan aktivis lingkungan bersama-sama menjaga tanaman ini agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan. Jika perawatannya baik, program ini sangat mungkin kami kembangkan lebih luas lagi,” tambahnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Sampang, Sudarmanta, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, sinergi antara pelaku industri hulu migas dengan organisasi pegiat lingkungan seperti FPRB sangat diperlukan untuk menjaga ketahanan lingkungan pulau.
“Penanaman pohon bidara ini sangat tepat. Langkah ini tidak hanya memperkuat kualitas ekosistem di Pulau Mandangin, tetapi juga sejalan dengan program pemerintah dalam melakukan penghijauan sejak dini untuk manfaat jangka panjang masyarakat,” tegas Sudarmanta.
Melalui program ini, diharapkan Pulau Mandangin tidak hanya menjadi lebih hijau dan asri, tetapi juga menjadi model percontohan bagi pengembangan wilayah pesisir berbasis pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi.[rea]






