Jakarta (beritajatim.com) – Inovasi dan kreativitas Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) dalam mengelola bisnis minyak dan gas bumi kembali mendapat apresiasi. HCML meraih penghargaan dari lembaga International Creatives Exchange, sebuah organisasi non-politik yang mendorong hubungan antarnegara di bidang budaya, institusi, perdagangan, pariwisata, teknologi informasi, dan bisnis.
HCML menerima penghargaan “Excellence in Empowerment for Advancing Education, Health, Culture and Sustainable Rural Economy Development” kategori “Corporate Program”. Dalam kesempatan itu, HCML diwakili oleh Manager Jakarta Corporate Affairs & Performance, Aries Apriansyah bersama tim pemberdayaan masyarakat HCML.
VP Marketing, Legal & Business Support HCML, Wahyudin Sunarya atau yang akrab disapa Way, menyebut penghargaan ini merupakan bentuk kepercayaan publik terhadap kontribusi HCML bagi industri migas dan pembangunan nasional. “Penghargaan Indonesia Creative Awards juga bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap kreativitas dan inovasi yang telah berdampak positif bagi generasi muda untuk terus berkreasi, berinovasi, dan memajukan ekonomi kreatif lebih meningkat,” ujarnya.
Way menambahkan, HCML selalu mendorong inovasi dalam pengelolaan industri migas agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. “Selama ini, HCML memang senantiasa mendorong kreativitas dan inovasi dalam pengelolaan industri migas, karena bagi HCML sebuah perusahaan harus terus beradaptasi dengan zaman dan lingkungan. Maka, tuntutan untuk kreatif tak bisa dielakkan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmen HCML dalam mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi Jawa Timur melalui keandalan pasokan gas alam. Menurut Way, kegiatan hulu migas HCML turut berdampak positif terhadap perekonomian Jawa Timur.
“Jatim mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen secara tahunan (year on year) pada kuartal I 2025, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Lapangan usaha pengadaan listrik dan gas menjadi sektor penyumbang tertinggi perekonomian Jawa Timur dengan kontribusi sebesar 10,40 persen,” terangnya.
Selain fokus pada pengelolaan migas, HCML aktif mengadakan program berbasis sosial dan budaya. Di Kabupaten Sumenep, HCML menggelar Festival Pesisir di Pantai Matahari yang menghadirkan pentas seni budaya serta penyerahan PPM Awards di atas panggung kesenian yang dibangun di atas air. Di Mojokerto, HCML mengadakan workshop bertema “Bersama untuk Kolaborasi Berkelanjutan” yang memperkenalkan seni menyeduh kopi kepada jurnalis sebagai bentuk apresiasi sekaligus inspirasi potensi bisnis baru.
“Sejumlah program seperti di atas ingin membuat HCML menampilkan wajah humanisme sebagai sebuah perusahaan pemegang kontrak kerja sama produksi gas bumi. Tentu ke depan, penghargaan ini semakin membuat kami terpacu untuk makin kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan maupun program yang berdampak terhadap masyarakat,” tutup Way. [rea/beq]






