Ngawi (beritajatim.com) – Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyoroti pentingnya upaya untuk menjaga integritas demokrasi dalam menghadapi Pilkada mendatang. Dalam pernyataannya, Hasto mengungkapkan adanya laporan dari Ronny Berty Talampessy tentang oknum aparatur negara yang mencoba mempengaruhi Pilkada.
Hal ini mirip dengan pola-pola tekanan yang terjadi pada Pilpres. Namun, Hasto optimis bahwa rakyat kini lebih cerdas dan semakin kritis terhadap gaya kepemimpinan otoriter.
“Apa yang terjadi di MPR dengan berbagai teriakan-teriakan hanya menunjukkan adanya penurunan kualitas moral pada beberapa pemimpin. Rakyat sudah cerdas, intimidasi terhadap pemimpin seperti kepala desa yang justru independen dan berada di tengah rakyat tidak akan berguna,” ujar Hasto usai hadir dalam Safari Politik di Ngawi, Senin (28/10/2024).
Hasto menegaskan bahwa setiap intervensi terhadap kepala desa hanya akan memicu perlawanan rakyat. Untuk itu, ia mendorong masyarakat untuk merekam bukti-bukti pelanggaran dan melaporkannya ke Bawaslu, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya demokrasi yang sehat dan jujur.
Hasto juga menyinggung tentang antusiasme dan dukungan budaya masyarakat Jawa Timur terhadap Bu Risma. Menurutnya, dukungan spontan yang ditunjukkan masyarakat mencerminkan harapan terhadap perubahan yang didorong oleh keteladanan.
“Bu Risma dan Gus Hans merepresentasikan konfigurasi budaya masyarakat Jawa Timur yang menginginkan perubahan,” kata Hasto.
Hasto memaparkan bahwa rekam jejak Bu Risma sebagai pemimpin Surabaya telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, Surabaya mengalami kemajuan pesat, sementara taraf hidup rakyat miskin meningkat. Bu Risma dikenal sebagai pemimpin yang sederhana dan konsisten dalam membantu rakyat kecil.
“Beliau mengedepankan kepentingan masyarakat dengan program nyata, seperti menyekolahkan anak-anak dari keluarga kurang mampu hingga memberikan pelatihan kerja yang membuka peluang bekerja di Jepang dan Korea,” tambahnya.
Bagi Hasto, sosok Bu Risma adalah contoh pemimpin berjiwa bersih dan menjadi teladan dengan jejak nyata di Kota Surabaya. “Kami percaya bahwa Jawa Timur membutuhkan pemimpin seperti Bu Risma, yang memiliki pengalaman, komitmen kuat terhadap rakyat, dan integritas yang tak tergoyahkan,” ujarnya.
Dengan dukungan masyarakat dan kepemimpinan yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan, Hasto berharap Pilkada kali ini akan menjadi momentum perubahan positif untuk Jawa Timur, dipimpin oleh figur yang berkomitmen pada kepentingan rakyat. [fiq/beq]






