Jember (beritajatim.com) – Luas panen padi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun lalu berkurang 4,47 persen dibandingkan 2021. Faktor cuaca jadi penyebab.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, luas panen padi Kabupaten Jember tahun lalu adalah 118.490 hektar. “Mengalami penurunan sedikit sebanyak 5.540 hektar dari luas 124.030 pada 2021,” kata Kepala BPS Jember Tri Erwandi, Selasa (4/4/2023).
Penurunan luas panen ini menyebabkan penurunan produksi padi dari 615.700 ton gabah kering giling pada 2021 menjadi 607.370 ton. Turun 8.330 ton atau 1,35 persen. Alhasil, produksi beras pun mengalami penurunan dari 355.520 ton pada 2021 menjadi 350.710 ton tahun lalu. Ada pengurangan 4.810 ton atau 1,35 persen.
https://beritajatim.com/peristiwa/persediaan-padi-di-jember-surplus-daging-sapi-berkurang/
Produksi beras tertinggi terjadi pada April 2022, yaitu sebesar 95.340 ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada November 2022 yaitu sebesar 8.420 ton. Sama halnya dengan 2022, produksi beras tertinggi pada 2021 juga terjadi pada April.
“Salah satu penyebab adalah cuaca. Cuaca tidak bsa diprediksi, bulan basahnya lebih banyak. Ada yang menguntungkan pada satu tanaman, tapi belum tentu menguntungkan untuk tanaman lainnya. Hujan kalau berlebih seperti apa?” kata Erwandi.
Menurut Erwandi, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di Jember, peran pertanian, perdagangan, dan industri harus dijaga. “Kalau pertanian turun, maka perdagangan bisa naik. Jadi bisa menutupi. Jangan sampai turun di banyak sektor yang kontribusi share-nya paling besar. Ini bahaya. Oleh sebab itu harus dijaga,” katanya. [wir]






