Ponorogo (beritajatim.com) – Hasil panen durian di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo menyusut di musim panen tahun ini. Produksi buah durian di kecamatan yang berada di lereng Gunung Wilis tersebut diperkirakan mencapai 60 persen.
Alhasil, petani buah durian Ngebel terancam kembali merugi. Sebab penyusutan produksi itu, bukan terjadi pada kali ini saja namun kurun waktu tiga tahun belakangan ini. Hanya kali ini dinilai cukup parah.
“Produksi buah durian saat panen seperti sekarang ini mengalami penyusutan,” kata petani durian asal Desa Sempu, Kecamatan Ngebel, Rusmiadi, Senin (13/2/2023).
Penyusutan produksi durian pada musim panen ini, salah satunya disebabkan hujan yang turun lebih awal pada September 2022 lalu. Kondisi ini membuat bunga atau bibit buah mengalami kerontokan sehingga tidak bisa tumbuh ke fase berikutnya.
“Hujan turun lebih awal ketika bunga atau bibit buah mulai bermekaran. Nah, hujan itulah yang membuat kerontokan,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Ponorogo”]
Rusmiadi mengaku pasrah dengan keadaan produktivitas pohon duriannya. Dari 100 pohon durian garapannya, yang berbuah hanya bisa dihitung jari.
Itu pun produktivitasnya menurun drastis. Jika biasanya satu pohon bisa menghasilkan 100 buah, tahun ini hanya mampu maksimal 20 buah.
“Ya seharusnya bulan Februari ini puncaknya panen buah durian di Ngebel. Tapi ya terkendala cuaca jadi panennya tidak bisa maksimal,” pungkasnya. [end/beq]






