Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 474 Desa/Kelurahan di Kabupaten Lamongan ditetapkan sebagai kampung keluarga berkualitas (KB) oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Lamongan.
Penetapan tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30, yang digelar di Waduk Gondang, pada Senin (23/7/2023) hari ini.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa keluarga mempunyai peran yang sangat penting bagi generasi bangsa. Pasalnya, keluarga merupakan institusi terkecil dalam pembentukan karakter anak.
Bupati Yuhronur juga menegaskan, Pemkab Lamongan akan terus berupaya memperkuat ketahanan keluarga, salah satunya dengan membentuk kampung keluarga berkualitas (KB) di seluruh Kabuapaten Lamongan.
“Keluarga adalah madrasah utama dan pertama bagi anak, maka dari itu harus kita dukung ketahanannya agar memenuhi kriteria keluarga berkualitas yakni berasal dari perkawinan yang sah, sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan luas, bertanggung jawab, dan harmonis,” ungkap Yuhronur.
BACA JUGA: Pagelaran Tari dan Nasi Boran Lamongan Pecahkan Rekor Dunia
“Untuk mencapai hal itu, Pemkab Lamongan telah menetapkan 474 desa/kelurahan menjadi kampung keluarga berkualitas (KB),” imbuhnya, pada kegiatan yang mengusung tema Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia yang Lebih Maju.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Lamongan Fida Nuraida menuturkan bahwa Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat desa di mana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya.
Menurut Fida, hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat. “Dalam penetapan kampung keluarga berkualitas di Lamongan terdapat 2 tahap, yang pertama menetapkan 111 desa dan pada hari ini disusul 363 desa,” terangnya.
Lebih lanjut, Fida juga menjelaskan bahwa telah diselenggarakan lomba kampung keluarga berkualitas tingkat Kabupaten sebagai rangkaian perayaan Harganas ini.
Lomba tersebut telah dilakukan penilaian terhadap kriteria profil desa, intervensi, pengembangan desa selama sekitar 6 bulan. Diketahui, juara dalam lomba ini adalah Desa Balung Tawon, Kecamatan Sukodadi.
BACA JUGA: Gugatan Pasutri Nasabah BPR Lamongan Dikabulkan
“Di dalam program kampung keluarga berkualitas ini juga terdapat program kerja dapur sehat untuk mengatasi isu stunting. Program kerja tersebut sejalan dengan pengoptimalan sinergi penurunan angka stunting di Kabupaten Lamongan yang saat ini berada pada angka 27,5 persen,” jelasnya.
Sebagai informasi, dalam rangkaian perayaan Harganas ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman sekolah siaga kependudukan (SSK) bersama Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Munif Syarif dan Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Syamsuri.
SSK mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran, dimana di dalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik. [riq/nap]






