Ngawi (beritajatim.com) – Harga telur ayam Ngawi, Jawa Timur tertahan di Rp30 ribu per kilogram. Sejumlah bantuan sosial (bansos) mulai terdampak.
Di antaranya bansos berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang mencantumkan telur ayam sebagai salah satu itemnya. Jumlah telur yang diterima KPM mengalami pengurangan dibandingkan sebelumnya akibat kenaikan harga ini tersebut.
Hal tersebut diungkap oleh salah satu agen penyalur bansos di Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Didit Maryanto. Dia menyediakan 150 paket bansos untuk 150 KPM dan yang berhak menerima BPNT.
Dalam satu paket bansos ada beras, daging, telur, buah-buahan, dan bumbu dapur. Untuk telur, biasanya per paket mendapatkan 20 butir namun kini berkurang jadi 16 butir saja.
Dia mengungkapkan naiknya harga telur terjadi sejak sebelum adanya pencairan BPNT. Sehingga, jumlah yang diterima KPM jadi berkurang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-telur-ayam”]
“Sering dibilang adanya penyaluran bansos jadi penyebab naiknya harga telur. Tapi, kan harga telur sudah tinggi sejak.sebelum.ada pencairan. Dulu waktu harga masih Rp26 ribu per kilogram, per paket bisa dapat 20 butir, kini berkurang empat setelah harga telur mencapai Rp30 ribu per kilogram,” kata Didit, Sabtu (27/8/2022)
Jumlah yang berkurang, membuat KPM sempat protes. Namun, mereka akhirnya tetap menerima karena saat ini harga telur di pasaran sangat tidak terjangkau.
Wigiyarti, salah satu penerima bansos mengungkapkan memilih menerima karena meski jumlah telur berkurang namun setidaknya dia tak perlu beli ke pasar karena masih mahal.
“Dalam satu paket, saya dapat beras, daging ayam, buah, dan telur. Syukur kali ini bisa dapat telur meski berkurang. Saat ini harga di pasaran masih mahal,” katanya. [fiq/beq]






