Bondowoso (beritajatim.com) – Harga greenbean kopi Robusta di Kabupaten Bondowoso mengalami penurunan drastis hingga 45 persen dalam sebulan terakhir. Dari harga sebelumnya di kisaran Rp85 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, kini harga turun menjadi Rp55 ribu per kilogram.
Penurunan ini disinyalir akibat melimpahnya pasokan kopi di pasar global, yang berdampak langsung ke harga lokal. Kondisi ini justru disambut positif oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kopi kemasan di Bondowoso, karena biaya bahan baku menjadi jauh lebih terjangkau.
“Harganya turun cukup tajam. Sekarang di petani harganya Rp55 ribu. Sebelumnya paling murah Rp80 ribu,” kata Ifan, pemilik IKM kopi bubuk asal Desa Kupang, Kecamatan Pakem, Sabtu (19/7/2025).
Ifan merupakan pengelola merek kopi lokal Sang Hyang Argopuro. Dalam sehari, ia bisa memproduksi antara 1 hingga 2 kuintal kopi bubuk dengan variasi produk untuk berbagai segmen pasar.
“Bahan baku itu kami proses menjadi beberapa produk dari harga yang terjangkau bagi kalangan bawah, menengah hingga atas,” ujarnya.
Produk termurahnya dijual Rp10 ribu per 100 gram, sedangkan varian premium dijual hingga Rp200 ribu per kilogram. Saat ini, ia masih menggunakan stok greenbean lama, namun harga baru ini dinilai akan memperkuat posisi industri kopi kemasan di pasar.
Proses pengolahan kopi dimulai dari petik merah atau cherry, yang kemudian dicuci, dikupas, lalu dijemur menjadi HS basah dan HS kering. Setelah kulit ari dibuang, greenbean dijemur kembali beberapa hari untuk menurunkan kadar air.
Ifan menjual hasil olahan dalam bentuk ground coffee maupun greenbean dan roasted bean ke luar daerah. “Biasanya jual ke Surabaya, Jakarta dan beberapa daerah lain. Utamanya di kafe-kafe,” ungkap pria asal Jakarta ini.
Ia menyebutkan, dari 1 kilogram greenbean, hasil akhir produksi kopi bubuk mencapai sekitar 900 gram, karena penyusutan 10 persen saat proses roasting. [awi/beq]






