Magetan (beritajatim.com) – Harga beras di pasar tradisional Kabupaten Magetan, Jawa Timur naik sekitar sebulan ini. Harga beras premium yang sebelumnya sekitar Rp 12.000 jadi Rp 13.000 hingga Rp 14.000.
Kemudian, untuk beras biasa yang sebelumnya seharga Rp 10.000 kini mencapai Rp 11.000. Kenaikan itu dipicu dari naiknya harga gabah kering panen (GKP) yang mencapai Rp 7.500 per kilogram.
Purwati, salah seorang pedagang di Pasar Sayur 1 Magetan mengatakan, kenaikan harga beras sudah terjadi selama sebulan terakhir.
“Sudah sebulan ini mulai naik. Saat ini kenaikan mencapai Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogramnya. Karena ada beberapa macam beras yang kami jual. Pemicu kenaikan dari gabah kering panen yang saat ini juga naik. Meski begitu, pasokan aman ya. Tidak langka,” kata Purwati, Rabu (30/7/2023).
Tri Purwati, pedagang lainnya mengatakan jika selama kenaikan harga beras, banyak warga yang memburu beras kemasan stabilisasi pangan dan harga pangan (SPHP) Bulog. Harga per kemasan 5 kilogram dijual Rp 47.000 per kemasan. Maksimal Rp 48.000 per kemasan.
BACA JUGA:
Pilkades Magetan, Suami Lawan Istri, Anak Lawan Ibu
“Seminggu sekali distok 350 kg atau 70 kemasan saja. Sekali dijatah pasti langsung ludes terjual. Karena harganya lebih murah. Tapi, ya masih banyak warga yang beli beras biasa meski harganya baik. Untuk beras SPHP Bulog ini saya jualnya Rp47.500 per kemasan,” kata Tri.
Diketahui, hanya ada 12 pedagang beras di Pasar Sayur I Magetan yang mendapatkan stok beras SPHP.
Pedagang memperkirakan bahwa harga beras bakal segera turun saat tiba musim panen raya. [fiq/but]






