Surabaya (beritajatim.com)- Pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Hakim hanya mendapatkan nilai elektabilitas 2,2 persen berdasarkan hasil survei Poltracking yang dirilis pada Kamis (19/09/2024) kemarin.
Atas hasil itu, Poltracking memprediksi pasangan Luman (Luluk-Lukman) akan kesulitan menyaingi kekuatan Khofifah-Emil yang menyandang status sebagai petahana.
“Kita woles aja. Tidak ada persoalan karena survei itu dilakukan beberapa hari setelah kami mendaftar sehingga masyarakat Jatim belum banyak yang mengetahui kami,” kata Luluk saat diwawancarai Beritajatim.com, Minggu (22/09/2024).
Luluk mengatakan, saat ini pihaknya fokus untuk melakukan sosialisasi dan konsolidasi kepada mesin pemenangan yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Ia pun tak ambil pusing terkait hasil survei Poltracking yang menempatkan pasangan Luman di peringkat terendah.
“Kita akan lakukan sosialisasi sekencang kencangnya. Kita terus konsolidasi kepada pendukung di 38 kabupaten kota di seluruh Jawa Timur. Semua kekuatan di semua level sudah bergerak hingga ke ranting-ranting. Jadi mbak Luluk tetap happy,” tuturnya.
Diketahui, Poltracking merilis hasil survei elektabilitas dengan simulasi surat suara. Hasilnya, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai calon petahana unggul jauh di angka 57,3 persen. Khofifah-Emil lantas disusul pasangan calon Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans dengan nilai 22,7 persen. Sedangkan di posisi terakhir ada Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Hakim dengan angka 2,2 persen.
Hanta Yuda AR Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia mengatakan elektabilitas Khofifah-Emil unggul unggul jauh dari 2 pesaingnya yakni Risma-Gus Hans, dan berkali-kali lipat dari Luluk-Lukman. Namun, elektabilitas ketiga paslon ini masih bisa berubah sebelum hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 pada 27 November mendatang.
Sebab jumlah undiceded voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan kepada tiga paslon masih cukup besar, yakni 17,8 persen.
“Penantang Risma-Gus Hans ada potensi untuk tumbuh di angka 22,7 persen dan yang ketiga Bu Luluk relatif sangat rendah, saya kira agak sulit untuk mengingmbangi dua kekuatan ini,” kata Hanta Yudha dalam paparannya secara live di Youtube Poltracking TV, Kamis (19/9/2024).
Sebagai informasi, survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 4-10 September 2024 dengan metode multistage random sampling, pengambilan data dilakukan dengan wawancara tatap muka.
Survei dilakukan di 38 kabupaten/kota di seluruh Jatim. Total ada 1.200 responden, dengan tingkat margin of error di angka 2,9 persen dan tingkat kepercayaan di angka 95 persen. [ang/aje]






