Lumajang (beritajatim.com) – Serangan hama tikus yang merusak komoditi pertanian di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dilaporkan masih cukup masif.
Terbaru, sebanyak 14.000 hektare lahan mengalami kerusakan akibat diserang gerombolan hewan pengerat tersebut.
Informasinya, hama tikus merusak hampir semua jenis komoditi pertanian seperti padi, jagung, tebu, hingga tanaman tembakau. Serangan hama tikus dilaporkan merata menyerang di sejumlah kecamatan wilayah Lumajang.
Salah satu wilayah terdampak serangan hama cukup parah ada di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko. Akibat kerusakan lahan, petani di wilayah itu dilaporkan sudah mengalami kerugian cukup besar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Retno Wulan mengatakan, kerusakan akibat serangan hama tikus seluas 14.000 hektare itu setara dengan 20 persen dari total luas lahan di Lumajang yang mencapai 71.000 sampai 73.000 hektare,
“Jadi ini komoditi yang diserang hama tikus mulai dari padi, jagung, tebu sampai tembakau. Kerusakan lahan karena serangan hama ini merata di berbagai kecamatan. Untuk total luas lahan yang terdampak mencapai 14.000 hektare atau 20 persen dari total luasan 71 sampai 73 ribu hektare,” terangnya, Jumat (2/5/2025).
Upaya yang dilakukan untuk menekan serangan hama terhadap lahan pertanian diakui cukup banyak. Salah satunya dengan memakai metode pengasapan dari belerang, menyebar umpan beracun, hingga membangun rumah burung hantu.
“Langkah yang dipakai untuk mengendalikan hama tikus ini dilakukan dengan metode pengomposan (asap), pengumpanan, serta pemanfaatan dari predator alami seperti burung hantu,” tambahnya. (has/ted)






