Ringkasan Berita:
- 77 persen pengajuan cuti haji ASN Bojonegoro berasal dari tenaga pendidik
- Total sekitar 102 ASN ajukan cuti untuk ibadah haji 2026
- Mayoritas pengaju merupakan guru SD dan SMP
- BKPP pastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan
Bojonegoro (beritajatim.com) – Pengajuan cuti besar untuk ibadah haji tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro didominasi oleh tenaga pendidik. Dari total sekitar 102 aparatur sipil negara (ASN) yang mengajukan cuti, sekitar 77 persen berasal dari sektor pendidikan.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPP Bojonegoro, Daniar Surya Adi Permana, menyebut dominasi tersebut sejalan dengan komposisi ASN di daerah yang memang mayoritas berasal dari Dinas Pendidikan.
“Memang paling banyak pengaju cuti haji itu dari sektor pendidikan. Hal ini karena jumlah ASN kita paling besar ada di Dinas Pendidikan,” ujar Daniar, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, para ASN yang mengajukan cuti tersebut mayoritas merupakan guru tingkat SD dan SMP yang tersebar di berbagai wilayah Bojonegoro.
Meski demikian, Daniar memastikan pengajuan cuti tetap mempertimbangkan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah bersama dinas terkait telah melakukan pengaturan agar proses pendidikan tidak terganggu selama guru menjalankan ibadah haji.
“Biasanya sudah ada pengaturan di masing-masing instansi, termasuk di sekolah, supaya kegiatan tetap berjalan meskipun ada guru yang cuti haji,” terangnya.
BKPP Bojonegoro menegaskan bahwa cuti besar untuk ibadah haji merupakan hak setiap ASN. Namun, pelaksanaannya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan pelayanan publik.
Dengan tingginya jumlah pengaju dari sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap seluruh ASN yang berangkat dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar serta kembali menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. [lim/beq]






