Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menghadiri Golkar Bersholawat di Alun-alun Tuban, Selasa (3/10/2023) malam.
Airlangga ditemani Da’i kondang, Gus Miftah sekaligus mengisi ceramah agama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Puluhan ribu jamaah menghadiri peringatan Maulid tersebut.
“Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah. Sebagai muslim, seharusnya kita meneladani apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita sehari hari,” kata Airlangga melalui rilis yang diterima beritajatim.com, Rabu (4/10/2023).
Salah satu misi kenabian bagi umat muslim adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Airlangga lalu menyitir salah satu ayat yang artinya ‘Sesungguhnya aku diutus di muka bumi hanya untuk menyempurnakan akhlak manusia’. Ajaran Islam sangat menekankan pentingnya perilaku yang baik kepada sesama. Ajaran Islam adalah Rahmatan lil Alamin.
“Kita telah dianugerahi oleh Allah SWT bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang mejemuk, berbagai suku dan agama. Perbedaan tidak boleh berpecah belah. Justru perbedaan itu menjadikan bangsa Indionesia kuat dan saling melengkapi satu sama lain,” ujarnya.
BACA JUGA: Sarmuji Golkar Bocorkan Nama Cawapres dari Ganjar dan Prabowo
Airlangga yang juga Menko Perekonomian itu mengingatkan bahwa empat bulan lagi bangsa Indonesia akan menghadapi Pemilu 2024, dimana kita akan memilih Presiden dan memilih anggota DPR. Sebagai warga negara yang baik hendaknya menggunakan hak pilihnya.
“Pemilu bukan untuk memecah belah, perbedaan politik itu hal biasa, justru Pemilu harus membawa kegembiraan, kebahagiaan serta mengedepankan politik yang santun. Ide dan gagasan untuk mensejahterakan rakyat. Bukan malah sebaliknya mengedepankan politik identitas dan menebar kebencian. Rasul telah mencontohkan empat kriteria mencari pemimpin yakni Sidiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh,” jelas Airlangga.
Sebelumnya, Ketua Golkar Jawa Timur, Muhammad Sarmuji dalam sambutan selamat datang, mengatakan, melalui Golkar bersholawat berharap mendapatkan berkah dari kanjeng Nabi Muhammad dan syafaat dari Nabi di hari kiamat.
Golkar sangat peduli dengan kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan keagamaan seperti ini. Tahun lalu, Golkar Bersholawat berlangsung di Gresik bekerjasama dengan Pemkab Gresik dengan mengundang Gus Azmi. Sedangkan, malam ini menggandeng Pemkab Tuban menghadirkan Gus Miftah (Miftah Maulana Habiburrahman).
Golkar akan selalu bersama masyarakat membangun negeri. “Kami terima kasih kepada Pak Bupati Tuban Mas Aditya Halindra Farizki yang masih jomblo, bersedia berketempatan menjadi tuan rumah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan ternyata mendapat sambutan luar biasa di masyarakat Tuban,” tuturnya.
BACA JUGA: Sarmuji Golkar: Jangan Melihat Keris dari Mistisnya!
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengapreasiasi Golkar Bersholawat sekaligus Peringatan Mauludan dengan mendoakan warga Tuban sehat semua, sejahtera semua.
“Di sini ada Ketua PWNU Jawa Timur Pak Kiai Marzuki Mustamar yang sebentar lagi anaknya akan diwisuda sebagai doktor. Ibu-ibu harus mencontoh Pak Kiai, harus bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang doktor. Setuju ibu ibu?” katanya dan dijawan setuju oleh ribuan jemaah.
“Pak Menko dan para anggota DPR perlu kami sampaikan bahwa Tuban ini adalah kabupaten para wali, tempatnya tidak jauh dari sini yakni Sunan Bonang. Bonang itu artinya seni, sehingga masyarakatnya Tuban sangat halus,” ujar Khofifah.
Peringatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Fatoni Nugroho.
Malam itu hadir Wakill Gubernur Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Adhy Karyono dan beberapa pejabat Pemprov Jawa Timur.
Lalu, ada Gus Aam dari Pompes Tambakberas, sejumlah anggota DPR RI dari Golkar, yakni Sekjen (Wakil Ketua DPR RI) Letnan Jendral TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Hj Henny Relawati (Ibunda Bupati Tuban Aditya Halinda Farizki), dan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. (tok/nap)







