Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, secara resmi menghadiri acara Selametan Buka Giling Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Tahun 2026 pada Selasa (5/5/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi penanda dimulainya proses produksi tahunan, tetapi juga cerminan keberlanjutan tradisi, wujud kerja keras petani tebu, dan katalisator pergerakan ekonomi di Kota Kediri.
Bagi tokoh yang akrab disapa Mbak Wali ini, dimulainya musim giling memiliki peran esensial dalam menghidupkan kembali rantai industri gula. Efek dominonya terasa secara komprehensif mulai dari sektor pertanian di hulu, proses pengolahan, hingga rantai distribusi dan perdagangan di hilir.
Kondisi ini memberikan dampak positif yang nyata, yakni terbukanya lapangan pekerjaan bagi puluhan ribu tenaga kerja dan peningkatan pendapatan para petani.
Dalam sambutannya, Mbak Wali memberikan apresiasi tinggi kepada PG Pesantren Baru yang kini menjadi bagian integral dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Keberadaan pabrik ini dinilai sangat vital dalam mendukung target pemerintah untuk swasembada pangan, khususnya pemenuhan kebutuhan gula nasional, serta swasembada energi melalui pengembangan bioetanol.
“Ini menunjukkan bahwa industri gula dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi rakyat,” ujar Vinanda.
Pemkot Kediri juga mendukung penuh langkah PG Pesantren Baru dalam memperkuat kemitraan strategis dengan para petani tebu. Implementasi program dari Kementerian Pertanian seperti bongkar ratoon dan perluasan areal tanam dinilai sebagai langkah jitu untuk mendongkrak produktivitas tebu, menjaga keberlanjutan industri, dan pada akhirnya mengangkat taraf kesejahteraan petani. Inovasi secara kontinu, baik di lini produksi maupun tata kelola kemitraan, dipandang sebagai kunci keberhasilan masa depan.
Di tengah apresiasi atas kontribusi ekonomi dan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Mbak Wali tetap memberikan catatan kritis terkait aspek kelestarian lingkungan. Ia menyampaikan bahwa Pemkot Kediri masih menerima sejumlah masukan dari warga sekitar terkait dampak operasional pabrik, khususnya mengenai pengelolaan limbah cair dan polusi udara.
“Untuk itu, kami meminta agar pengelolaan limbah terus ditingkatkan, termasuk melalui modernisasi teknologi yang lebih ramah lingkungan, sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan kenyamanan,” tegasnya mengingatkan komitmen pro-lingkungan perusahaan.
Menutup arahannya, Mbak Wali memanjatkan harapan agar seluruh rangkaian musim giling tahun 2026 di PG Pesantren Baru dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif, serta mampu menghasilkan gula dengan kualitas yang jauh lebih baik.
Acara pembukaan musim giling ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan strategis, di antaranya, Ketua DPRD Kota Kediri, Firdaus, Wakapolres Kediri Kota, Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Kediri.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, Direktur Strategi dan Sustainability PT SGN, Dimas Eko Prasetyo, Regional Head Jawa Timur 1, Wayan Mei Purwono, General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo beserta jajaran GM PG Regional Jatim 1.
Perwakilan Kebun Dhoho dan Puslit Jengkol, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Kediri, Suriyadi, jajaran Kepala OPD Kediri Raya, Forkopimcam Pesantren dan Ngasem, pimpinan perbankan, serta Ketua APTR dan Koperasi Tebu Rakyat wilayah binaan. [nm/beq]






