Lamongan (beritajatim.com) – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, mengajak ribuan muslimat NU Lamongan untuk tafakur Ilallah atau mengingat Allah, di masa pergantian tahun islam 1446 Hijriah.
Ajakan ini disampaikan Khofifah saat menghadiri Istighosah Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1446H PC Muslimat NU Lamongan, di Gedung Sport Center Lamongan, Rabu (31/7/2024).
“Tambah hari memang tambah berkurang umur kita, ketika kita menyadari tambah tahun, sebetulnya tambah berkurang umur kita. Maka tambah tafakur Illallah,” ucap Mantan Gubernur Jawa Timur Periode 2019–2024 tersebur.
Dengan berserah dan terus memperbaiki diri dibulan Muharram ini, Khofifah berharap, Allah akan menambah kebaikan dan kenikmatan-Nya.
“Mudah-mudahan kita semua yang berjuang di Muslimat NU diberikan kemudahan oleh Allah, dibukakan pintu-pintu kebaikan, kita semua hidupnya tambah baik, perilakunya tambah baik, rizkinya tambah baik, putra-putrinya tambah baik, semuanya Allah anugrahan kebaikan demi kebaikan dan Allah bukakan kenikmatan Rohman Rohim-Nya kepada kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Hal itu dapat dilihat dari indeks pembangunan manusia (IPM), yang menunjukkan bahwa tahun 2022 IPM Lamongan sebesar 74,02 tahun 2022, sedangkan di tahun 2023 sebesar 74,53,” kata Pak Yes.
Tidak hanya itu, upaya meningkatkan kesehatan masyarakat yang salah satunya melalui penurunan stunting juga membuahkan hasil. Di tahun 2022 angka stunting yang awalnya 27,05 persen menjadi 9,4 persen pada 2023.
Selain itu, Kata Pak Yes, IPM Lamongan yang diukur dari pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi, Pemkab Lamongan masif mengembangkan UMKM masyarakat yang menjadi moda pengerak ekonomi berbasis masyarakat.
“Kolaborasi kita kebersamaan untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Lamongan ini mari terus berlanjutkan, bergandeng tangan supaya semuanya semakin mantap demi Lamongan yang maju,” tuturnya.
Sedangkan, Ketua PW Muslimat NU Jatim Masruroh Wahid, mengungkapkan dalam ajaran sunan drajat terdapat tiga pos peningkatan IPM. Yakni wenehono teken kanggo wong wuto (berikan tongkat untuk orang buta), wenehono klambi kanggo wong udo (berikan baju untuk orang tidak berpakaian), wenehono payung kanggo wong kang wudanan (berikan payung untuk orang yang kehujanan).

“Wenehono teken kanggo wong wuto, maksudnya ini buta aksara, pengetahun, iman, dan segalanya. Weneh ono klambi kanggo wong udo, maksudnya ada pendidikan moral, akhlak, keimanan yang menyebabkan lemahnya iman kita tidak tau malu untuk melakukan perbuatan kemaksiatan dan kemungkaran. Lan wenehono payung kanggo wong kang wudanan, maksudnya payung hukum, payung ekonomi, payung kesehatan, sehingga semuanya sejahtera terpayungi dari segala kebutuhannya yang kita bangun,” ucapnya
Dalam Istighosah Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1446H PC Muslimat NU Lamongan ini, Bupati Lamongan,Yuhronur Efendi, memberikan bantuan satu unit mobil operasi untuk muslimat NU Lamongan. (fak/but)






