Jombang (beritajatim.com) – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengajak masyarakat untuk melakukan muhasabah (evaluasi) dalam menyambut pergantian tahun 2024 ke 2025.
Gus Kikin mengatakan, tahun baru 2025 tinggal hitungan hari. Dalam pandangan agama Islam, cara terbaik menyikapi pergantian tahun, adalah bermuhasabah, melakukan introspeksi, mengevaluasi diri.
Gus Kikin yang juga pengasuh pondok pesantren Tebuireng Jombang in mengutip Firman Allah dalam Alquran Surah Al Hasr Ayat 18: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
“Ayat di atas ditujukan untuk orang-orang beriman agar selalu mengevaluasi diri untuk bekal kehidupan yang lebih baik. Tahun 2025 dan tahun-tahun berikutnya, kita bangun masyarakat yang harmoni yakni masyarakat yang penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, dan bersatu,” katanya.
Apalagi, kata putra KH Mahfudz Anwar itu, bangsa Indonesia sudah menutup tahun 2024 dengan suksesi kepemimpinan yang demokratis dengan memiliki Presiden baru, Gubernur baru, Bupati dan Wali Kota yang baru pula.
Karena itu, pihaknya berharap warga nahdliyin menjauhi keburukan dan menyambut Harlah NU pada 31 Januari 2025 serta memasuki Abad Kedua NU (2026-2126). “Mari membangun optimisme untuk mengembangkan NU sebagai perekat bangsa dan negara serta pelopor perdamaian dalam kemajemukan,” katanya.
Secara khusus, cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari berharap warga nahdliyin tetap berpegang pada prinsip “al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bi jadidil ashlah” (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil kebiasaan baru yang lebih baik).
“Prinsip itu penting, mengingat warga NU saat ini juga sudah berkembang menjadi masyarakat kelas menengah, masyarakat urban, dan banyak yang berpendidikan tinggi,” pungkasnya. [suf]






