Malang (beritajatim.com) – Unisma (Universitas Islam Malang) bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar seminar kebangsaan bertajuk “Reaktualisasi Spirit Resolusi Jihad bagi Generasi Z”.
Acara itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2024. Kegiatan tersebut berlangsung di Hall KH. Abdurrahman Wahid, Gedung Ali Bin Abi Thalib Lantai 7 pada Senin (21/10/2024).
Ketua PWNU Jatim KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menekankan pentingnya memperingati HSN 2024 sebagai bentuk penghormatan terhadap peran besar santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, HSN harus konsisten diperingati setiap tahun untuk menguatkan spirit santri terutama yang generasi z dalam membangun bangsa.
“HSN memang belum begitu populer sejak ditetapkan pada 22 Oktober 2015. Namun, peristiwa Resolusi Jihad tahun 1945 sangat menentukan keberlangsungan Indonesia. Tanpa santri, Resolusi Jihad mungkin tidak akan terjadi, dan negara Indonesia mungkin tidak akan berdiri,” tegas pengasuh Ponpes Tebuireng Jonbang ini.
Di sisi lain, Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd, Ph.D, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini dan menyoroti pencapaian Unisma dalam mendidik generasi muda.
“Kami mendidik 14.276 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk 251 mahasiswa asing. Unisma juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah, dan jamaah Nadhliyin. Dukungan ini sangat berkontribusi pada perkembangan Unisma ke depan,” ujar Prof. Junaidi.
Unisma, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung berbagai program PWNU, PBNU, dan PCNU. “Semua fasilitas di Unisma hakikatnya adalah milik jamaah. Kami siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan NU, baik di tingkat wilayah, pusat, maupun cabang,” tambahnya.

Dalam acara ini hadir dua narasumber penting, yaitu Dr. H. Mahrus, M.Ag, Kasubdit PDMA, dan Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, Guru Besar Unisma,. Mereka membahas pentingnya pemahaman generasi Z terhadap nilai-nilai Resolusi Jihad yang relevan dengan era digital saat ini.
“Dengan pemahaman tersebut, generasi muda bisa mengaktualisasikan semangat perjuangan santri dalam konteks modern,” ujar Prof. Maskuri.
Seminar ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai capaian Unisma, termasuk peningkatan produktivitas dosen dalam publikasi internasional, peningkatan jumlah mahasiswa asing, serta kerja sama dengan universitas luar negeri.
Saat ini Unisma telah mengirimkan 9 mahasiswa dalam program kredit transfer dan double degree di National Pingtung University Taiwan.
Semangat entrepreneurship dan internasionalisasi menjadi fokus utama Unisma ke depan, dengan tujuan menjadikan universitas ini lebih produktif dan berkontribusi lebih luas di tingkat global.
“Warga NU bertanggung jawab atas perkembangan Unisma di masa mendatang, dan kami berkomitmen untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik,” tutup Prof. Junaidi.
Acara ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi Z tentang pentingnya Resolusi Jihad. Diharapkan generasi z dapat terinspirasi untuk mengambil peran aktif dalam era digital. [dan/suf]






