Surabaya (beritajatim.com) – Habib Husein bin Ja’far Al Hadar, seorang pendakwah milenial, mengajak generasi Islam Z (GenZI) untuk melakukan perubahan, bahkan sambil rebahan. Perubahan, menurut Habib Ja’far, mulai dari diri sendiri dalam lingkungan.
Dalam Majelis Subuh GenZI (MSG) di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) pada hari Minggu, Habib Ja’far mengapresiasi anak-anak muda yang berkumpul untuk ibadah Subuh. Dia menjelaskan bahwa waktu Subuh adalah saat yang istimewa, dan beraktivitas di waktu itu adalah sebuah pengorbanan.
Habib Ja’far mengatakan bahwa Allah pun kagum dengan kepedulian anak-anak muda terhadap waktu Subuh. Aktivitas di waktu Subuh, seperti sholat Subuh, berzikir, mengikuti khataman, dan kajian Subuh, membantu mereka menghindari perbuatan sia-sia atau perbuatan dosa.
Dia juga mengungkapkan bahwa waktu Subuh adalah saat pembelahan antara malam gelap dan siang terang, dan Allah sendiri menyebutnya dalam Surah Al-Falaq. Nama Allah dalam Surah Al-Falaq menggambarkan-Nya sebagai pengendali waktu Subuh yang menggambarkan pembelahan antara gelap dan terang.
Habib Ja’far juga menjelaskan pentingnya sholat Subuh sebagai penentu kesuksesan di dunia dan akhirat. Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa sholat Subuh adalah ujian yang sangat berat dan merupakan salah satu indikator keimanan seseorang. Orang yang meninggalkan atau menunda sholat Subuh adalah orang yang memiliki potensi munafik.
Dalam pidatonya, Habib Ja’far juga mengingatkan GenZI bahwa perubahan dalam era digital bisa dimulai dengan perubahan dalam diri mereka sendiri. Dia menyarankan agar mereka memanfaatkan media sosial dengan cara yang positif, seperti berbagi kebaikan dan menjaga pola pikir yang positif. Selain itu, dia mengingatkan agar mereka tidak memperhatikan hal-hal yang bersifat negatif atau meracuni.
Habib Ja’far menekankan pentingnya iman dan lingkungan (cyrcle) dalam melakukan perubahan. Dia menyarankan agar GenZI selalu menghadirkan Allah dalam beribadah, berakidah, dan berinteraksi dengan orang lain.
BACA JUGA:
Tragedi 98 dan Pelanggaran HAM, Gen Z dan Milenial Surabaya: Kami Menolak Lupa
Dalam era digital, Habib Ja’far juga menyarankan agar GenZI berhati-hati dalam memanfaatkan media sosial. Dia mengatakan bahwa media sosial dapat memantau perilaku pengguna dan mengirimkan konten yang sesuai dengan perilaku mereka. Oleh karena itu, dia menyarankan agar GenZI fokus pada berbagi kebaikan dan menciptakan prestasi serta warisan yang positif dalam hidup mereka.
Acara Majelis Subuh GenZI di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya merupakan wadah untuk anak-anak muda yang berkumpul pada waktu Subuh untuk beribadah dan berkomunitas. Habib Ja’far menyatakan bahwa anak-anak muda adalah kunci perubahan, dan mereka harus aktif dalam melakukan perubahan baik dalam diri mereka maupun dalam lingkungan sekitar mereka. [but]







